Penulis: Abidah el Khalieqy
Penerbit: Yayasan Kesejahteraan Fatayat, Yogyakarta
Jumlah Halaman: 309 halaman
Aku tidak mau menjadi budak
pun masa depan yang kerontang
Bukanlah impianku, juga impian siapapun
tetapi, kepada siapa aku harus mengadu?
Setelah Bapak dan Ibu juga bukanlah
seseorang yang merupakan tempat aku
dapat bertanya dan mengutarakan isi hatiku
Novel yang cukup menarik, membuka wawasan. Yang membuat cerita ini cukup unik karena setting cerita diambil dari lingkungan pesantren/pondokan. Cukup apa adanya dan jujur.
Secara umum novel ini menginspirasi bagaimana wanita selayaknya diperlakukan terutama dalam kehidupan rumah tangga. Wanita juga bebas berpendapat dan bertindak tapi tetap dalam koridor agama. Di sini ditunjukkan bahwa agama bukanlah doktrin semata, yang membuat derajat wanita dan laki-laki cukup curam grafik perbedaannya.
Berikut kutipan kalimat yang aku suka dari novel ini:
Sebelum haqqul yakin dengan kebenaran
aku tak mau mengangguk dan menjadi keledai
sekalipun keledai seorang syaikh atau imam besar
Tapi ada beberapa point yang harus dikritisi. Misalnya cara berkomunikasi antara pendakwah dan yang didakwahi yang notabene antara laki-laki dan perempuan, tapi masih suka kebablasan karena diantara keduanya menyimpan rasa suka yang membuat kepayang. Well mungkin penulis sengaja tidak menampilkan tokoh sesempurna Fahri di Ayat-Ayat Cinta. Cuman ini bisa jadi tanda tanya besar bagi orang2 popular. Trus yang kedua novel ini cukup vulgar. Apa ini masuk kategori sastra lendir ya? Hmm, kurang tau juga sih batasannya sampek mana hehehe, jadi saya tidak berhak menilai ini sastra lendir atau bukan
.
Eh ya, sori gak sempet motret cover bukunya. Tadi googling tapi gak nemu covernya, cuman resensi aja. Kalo mampir ke toko buku, boleh juga tuhh novel ini disamperin, dibuka-buka trus dibeli ^_^.
155 Comments
Ceritanya emang bener-bener menyentuh banget…..
Dan Itu cerita kenapa persis apa yang sekarang terjadi pada diri aku….??
dan ngomong-ngomong : Penerbit: Yayasan Kesejahteraan Fatayat, Yogyakarta letaknya di daerah mana sih…??
aku juga orang jogja tapi aku kok belum pernah dengar Yayasan Kesejahteraan Fatayat yach…..??
Mba, saya ingin membaca bukunya lagi dong.. dimana ya saya bisa dapatkan?
trims semuanya ya, yang sempet komentar postingan lama..
#rangga: waduw ceritanya persis? cerita yang di bagian mana nih? kalo yg depan2 kan serem, he he. udah ditelisik semua penerbit se yogya nih???
#herni: loh sebelumnya pinjem? kalo iya, ya pinjem lagi aja… hihihi. Aku dulu beli di Toga Mas
huwaa~
perempuan berkalung sorban ini !
saya siswi sma yang disuruh ngeresensi buku” sastra,
trus salah satu pilihannya itu ya inii..
tpiii..
kok VULGAR BANGET ?? !!
jadi rada nyesel, ngeresensi ini..
udah beli buku pula
40 ribu perak .lumayan nguras kantong.
nassiipp…
aku belum baca novelnya. seorang aktor kawakan ditawarin ikut main film ini, isterinya
ikut baca skenario ‘perempuan berkalung sorban’ dan berujar; “sebaiknya jangan ikut
ambil peran, sangat kontroversial.” katanya banyak yang menyudutkan wanita muslim.
(saya tau abidah, orang menturo, jombang).
tadinya sang aktor mau omong sama hanung, tapi diurungkan. biarlah hanung ‘dewasa’
dengan benturan-benturan, misalnya nantinya ditolak masyarakat muslim!!
Novel yg bener2 kontroversial di mana hak-hak pererempuan di pertanyakan lewat budaya jawa dan sisi hukum2 agama Islam,sempat aneh juga klo istriku dan seluruh perempuan yang membaca novel ini “gmna tanggapannya Bu?” tanyaku kpd istriku “Bagus,novel ringan tapi berisi”
Saya banyak dapat referensi tentang buku ini, tapi sudah dicari kebeberapa buku toko di Jkt tapi tdk ada..mungkin ada yang mengetahui dimana bk ini bisa didapatkan..terimakasih..
Saya mo nyarankan,mending ndak usah beli,benar-benar vulgar.
Saya paling benci kisah si perempuan dg paman jauhnya, kelewat batas, bagaimana agama bisa ke hati mereka?
Imaginasi pengarangnya berlebihan.
Buat yg ndak nemu,emang susah didapat kok, taun cetaknya aja 2001,dan ndak best seller.
Harapan saya filmnya bisa mengambil yang baik dan membuang yg buruk
Buat yang tidak mendapatkan bukunya jangan kecewa karena filmnya akan rilis tanggal 24 desember 2008 di bioskop2
Sumpah….keren banget ceritane………..
Seandainya ku temui sosok khudhori di kehidupanku alangkah senegnya,
tapi moga endingnya nggak tragis seperti itu.
kayaknya critane kok bagus banget……….
banyak orang pada ngomongin, pokoe harus nonton dech!
semoga filmnya bisa memberi pesan moral yang baik bagi kita semua.
Looo, novel ini mo dibikinin filmnya to??? Hanung juga yang bikin? Emang novelnya gak best seller si, aku aja dulu nemunya nyelip dan pas lagi seneng buku2 sastra yang agak nyeleneh..:D gak taunya ya gitu deh, kayak di resensiku
Novel ini saya baca beberapa tahun yg lalu, dan saya masih ingat karena cerita dan percakapan cukup menyentil.. terutama percakapan di meja makan tentang “urusan lelaki”
memang rada vulgar sih, tapi bagi saya tidak seberapa dibandingkan tulisannya yg bisa membuka pikiran pembaca (terutama wanita).
novel ini sangat menyentuh sekali.saya akui saya baru baca novel itu, tapi saya bersyukur sekali.tapi tolong segera ditayangkan saya jai penasaran
sy baru tau gekarang klw ada novel ini,gecara nggak sengara mau download song baru siti nurhalizah n ternyata gy cukup penasaran dgn ceritanya.
Saya baca sekitar 7 tahun lalu. Sumpah, ini bukan novel Islami! Vulgar abies! Apa yang dilakukan sang tokoh utama dan pamannya yang “katanya alim” jauh dari ajaran Islam. Saya berharap filmnya lebih santun dalam bertutur…
Wah… Ni Film kayaknya bakalan jadi kontroversi. Mungkin ini strategi mas hanung buat nyedot rasa penas
waaaah aku mau lihaaat film nyaaaa udah di rilisss belom. aku dengerin laghu nya aja dah menitihkan air mata duuuh novel nya jugha dah riliss blom kira kira masih ada yaaaaa
Perempuan Berkalung Sorban, belinya gak sengaja di depan kampus dengan harga 30rb.pas dibaca,
ko menarik juga, emang sih rada aneh ada keponakan yang jatuh cinta pada paman jauhnya. tapi terus terang
novel ini telah menginspirasi saya untuk lebih berani bicara soal hak perempuan.
novel ini juga bercerita bagaimana rasanya menjadi istri yang hanya dijadikan pemuas nafsu suaminya.
bagaimana anak dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya.
Dan yang terpenting, novel ini juga bercerita bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar, seperti anisa yang walaupun
telah menikah dan “dianiaya” oleh suaminya dan kemudian bercerai. dapat terus melanjutkan studinya, sehingga dia
benar-benar menjadi seorang perempuan.
buat yang bilang novel ini vulgar……
Tidak semua isi novel ini vulgar.
sayang novel saya ini dipinjem temen gak balik lagi.
jadi pengen nonton deh . . .
penasaran . . .
Ok nih kayaknya..
dari semua keterangan yang ku baca … film ni kayaknya menarik.. ada sedikit kontroversi tapi ada isi yang disampaikan.. Ok ..
mungkin memang perlu dibuka wacana – wacana yang selama ini ada dididikan tradisional sebagaimana jalan cerita di Novelnya dan mungkin filmnya.
yang penting ..ada nilai-nilai yang bisa diambil dari pada film2 remaja dan film2 lucu yang kesannya hanya dibuat sebagai lucu-lucuan tapi gak lucu. dan gak da isinya.
Salut to Hanung deh .. buat lagi aja yang kontroversial sehingga bisa dijadikan bahan Batsul Masail… he he he he….
Salam
wahh g’ teu kenapa y q kok sangat amat tertarik bgt dengan film ini…hmmmmmmm
ceriyanya tuhh bgusss bgtt………………
vulgar n menurut saya banyak yang perlu di kritisi, terutama pembahasan masalah isu feminisme yang masih kurang lengkap dan mendalam.
mampir ke blog saya donk
aboubakr.wordpress.com
ada yang punya novel nya ga??download novel perempuan berkalung sorban dmana??
kayanya novel itu terbitnya dah lama ya??skrng masih da dipasaran ga ya?,siapa tau ja cetak ulang gitu…hehehehee,,,,,,klu da mo beli aaahhhh,,,,,,,
wah filmnya seru banget, aku baru nonton di plaza senayan, penontonnya cuma 12 orang karena jam kerja. tapi filmnya benar2 seru dan enak ditonton. Tadinya aku udah negative thinking tentang film ini, tapi setelah lihat wahhh bagus banget, pengen nonton lagi akh sama istri dan anak2
Alhamdulilah td siang udh sempet nonton di TIM Jakarta. penontonnya belasan orang. Dengan durasi yg sampai 2 jam lebih, film ini berasa PADAT. Dibandingkan dg karya Mas Hanung (bertema Islam) sebelumnya, yaitu Ayat-Ayat Cinta, keMEGAHan Perempuan Berkalung Sorban (menurutku) masih di bawah AAC. Tetapi secara ISI, Perempuan Berkalung Sorban lebih BERNAS. Tema tentang kesetaraan gender dilumat Mas Hanung tanpa menggurui. Di sini, Hanung jg ndak mengatakan bahwa orangtua Annisa (Revalina S Temat) yang konservatif dlm Islam sbg pihak yg “SALAH”. Tidak ada pembenaran di sini. Penonton dibiarkan mencerna sendiri. Selain itu, sepanjang perjalanan film, bbrp twisted jg kena banget. Bgm progres kehidupan Annisa dari masa kecil, sekolah, menikah, bercerai…dst…memberi bbrapa kejutan. Kl menurutku, adegan yg plg mengena adalah saat Khudori menemuinya di bilik dan Annisa meminta di”zinahi”. Akting Reva tidak terasa kacangan layaknya di sinetron. Well, Oka jg berakting bagus..mski kurang tereksplore…(atau karakternya memang ‘nrimo” ya Mas Hanung?) Adegan menjelang closing juga menyentuh. (Bukan mellow, tp sempat bbrpa kali ngusap air mata..he3). Yg kerasa nendang adl Francine Roosenda. Aktingnya Mantabb bgt..meski selintas…Buat Mas Hanung keep istiqomah ya mbikin film2 Islam (spt pesan Ummi-nya..). Jgn takut tdk ada yg nonton Mas….Salam… (kabut_ungu@yahoo.com)
duchh…….
aku pengen bgd bacaen wanita berkalung sorban gitu…
sapa yang punya kirim softcopynya y k email aku…
lia_muac_gibz@yahoo.co.id
mkcie yaaa…….
softcopy kirim ke aku jugak yach k emailku dinadzz@yahoo.com. Makasihhhh buanyakkk
seventh, kayaknya nontonnya bareng saya tuh. di TIM. jumat siang?
bagus, memang. secara teknis beres. temanya berisi. tapi ada beberapa hal yng patut dijadikan catatan. pertama, hanung masih terpaku dengan ide Kairo adalah piramida sehingga piramida muncul di balik jendela Khudore semata-mata untuk meyakinkan penonton bahwa Khudori tengah di Kairo. dangkal sekali… kedua, desahan saat hubungan intim terasa amat mengganggu, terutama bagi orang-orang yang masih ingin menganggapnya sebagai film islami… ketiga, kondisi pesantren yang tidak utuh dijelaskan dalam film. sangat parsial. padahal, hanung bisa membuatnya lebih baik.
Penilaian saya terhadap filmnya, terlalu hiperbola.
waduh kayakya bagus nie….. di surabaya aq mau liat ah,….
keren buanget nie…………..
jujur film ini bs buat cerminan kaum wanita yg bs memberikan semangat hdp………. kerena hdp bukan utk di tindas
Untuk film nasional TWO THUMBS UP!!!
Kemarin gw nonton filmnya…bagus banget ceritanya..banyakk pesan moralnya cing…
tapi sayang ceritanya ga heppi ending…jadi nyesel juga..
bo yg buat buku ato si skenario buat cerita yang jagoannya menang terus…bahagiakan rakyat ini dngan cerita2 yang nyeritain yang benar yang menang…hehehehe
barusan banget nonton inspiring banget nih,, masalahnya ada kejadian di keluarga ku yang kayak gini.. dari keluarga biasa masuk ke pasantren kuno kayak gitu,, POLL banget ,,
masalah ga happy ending,, emang hidup selalu dengan happy ending sindrom Fairy tale tuh,,
in Fact nobody always life in happy ending right??
filmnya luamayan oke dibanding ayat2 cinta..khair khair..jayid jayid..he2 salam..
duh…
giLe aje Ni noveL…
Keren bUangetzz…
udh diSampul rapi dengan Desain yang MeNarik…
Bikin Gemes Ajah…
Lain kaLi terbitin Novel Yang LeBih Seru Dan Menarik lagi Ya…?
supaya nggak Boring Ghituu,,,
Pha lagi novel” yang bErtema Islami gini…
s’Lalu bikin PenaSaran Ajah…
Ditunggu Ya noVeL menarik Laennya…?^_^
udah di angkat menjadi film tuh mbak..
Ah terlalu mengada-ngada kepada yang lebih jauh, masih malu-malu pula kalau Islam nya “Kraton Sakral” yag penuh dengan banyaknya kemusyrikan itu pula bukan ajaran dari Rosulullah Muhammad SAW, kenapa nggak dibikin cerita padahal bakal lebih seru lagi.
Yang mana Sunah Nabi, yang mana pula Budaya Kraton (perasaan ibadah padahal bukan dari ajaran nabi Muhammad SAW).
Pada liat deh filmnya bagus banget..
Film dari Perempuan berkalung sorban ini juga dapat dijadikan atau menjadikan inspirasi untuk perempuan / laki2 yang masih menafsirkan semua dari sisi agama secara fanatik dan membelenggu ke bebasan para kaum hawa baik istri atau anak2 perempuan mereka.
Tapi bisa juga orang yang berfikiran sempit menafsirkan film atau novel ini mengajak kaum hawa secara negatif
Secara keseluruhan sudah saatnya umat islam tau dan mengenal lebih dalam tentang apa yang ada dalam islam. Film ini mengajarkan kita secara sederhana
Ini benar2 bagus untuk di tonton bahkan yang sudah nonton mau nonton lagi nih
Alhamdulilah, sudah nonton lagi Selasa (20/1). Terpaksa di TIM krn yg terdekat dr kos (hehe). Filmnya sama. Tp Feel-nya beda. Wkt liat pertama, TIM ampuuun deh…Masa filmnya keputus entah berapa kali (rol-nya error). Jd gak nyaman banget kan? Nah, wkt nonton yg kedua kali, syukurnya lancar. Subhanallah…yg nonton masih byk. Smoga semakin byk yg nonton ya Mas Hanung…Amiiin..Buat yg belum nonton, ada baiknya menyempatkan melihat perjuangan wanita Indonesia di era terkini. Perempuan sudah mendapat SURGAnya tanpa berPENDAPAT? Setuju? Wait, tonton dulu, baru komentar. He3…Setidaknya, lihat sekali dpt hiburannya. nonton 2 kali, dapat ILMUnya…Salam..(kabut_ungu@yahoo.com)
alhamdulillah….
akhirX da film religi lg
dan aq suka crita filmX
jadi pengen nonton filmnya…masih ada ga ya?????
FIlm ini menurut saya lebih bagus dari Ayat-Ayat Cinta, yang ini lebih Inspiratif sekali dan berani…..Another step to find better Islam…..Bravo Bung Hanung
Kok akhir-akhir ni sering ada banyak cerita/film fiksi islami yah? apa kerana islam tidak sanggup menyajikan cerita yang lebih natural (non-fiksi) yang diangkat dari kehidupan sehari-hari yang nyata-nyata terjadi? sama seperti pendapat saya terhadap ayat-ayat cinta, film ini juga penuh dengan omong kosong & hiperbola.
saya sangat setuju dengan pendapat seventh, revalina Temat dan Oka bermain sangat baik di film ini,
mereka dapat membuaat kita larut dalam mengikuti ceritanya. Mas Hanung, anda begitu jeli dalm
memilih pemeran utamanya. Bagi saya pribadi cerita dalam film ini jauh lebih memberikan banyak pesan d/p AAC,
terlebih-lebih pada masalh islami tidak saja bagi perempuan tetapi juga bagi para pria dan lagunya pun
sungguh menyentuh.
Bravo mas Hanung, Reva dan Oka serta pemeran lainnya. terus semangat dalam menyajikan film2
bermutu selanjutnya ( tidak harus selalu yang sama), ambillah tema2 lainnya yang menarik misalnya
kehidupan orang tua di indonesia dengan anak2nya terutama dalam mendidik mereka baik agamanya
mau pun kehidupan sosialnya, pasti banayk buku2 lainnya yang bagus di sana) ) kepada penonton,
agar kita dapat menghargai film2 indonesia di tanah air kita tercinta ini.
Saya yakin para ortu amat membutuhkan contoh2 yang baik dan benar dalam mendidik anak2 mereka.
suksesssss
uUh beLon teU aPa2 ne??
baCa buku beLon..
teyUus nuntun uGa.
Tapii kayaknah ceRuuh deh aQoh paSti nunTun.
dan kLo nemu bukuna aQ pasti baCa.
hhe-
nTar kLo udah cemuwana baRu deh biSa coment Lebih
banyak.
aQ kan penikmat FiLm dan novaL yG berkuaLitaS.
hha-
saya sudah nonton flm perempuan berkalung sorban…ceritanya sih bagus bisa menyadarkan kaum adam agar bisa lebih menghargai permpuan…tapi saya sanggat gemes sama ustadnya pikirannya kolat,memeksakan kehendak,selalu berfikir kuno dan mengatas namakan islam , apa2 di haramkan…membuat perempuan muslim tak ada nilainya,terpojok,teraniaya dan tak di hargai….tapi filmnya kebanyakan kekerasan dalam rumah tangga jadi agak boring lah..kalau di banding dengan ayat2 cinta sih saya rasa bagusan ayat2 cinta deh…
Wah ane nonton menyentuh BGT dah tapiii kodrat wanita harus di jalanin dengan ihklas,Stop penindasan dan kekerasan dalam rumah tangga Majuu terus hawa.
Tapi jangan langkahi kodraat Caayoo!
@evi andaresta… nama aja niru2 penyanyi… masih bisa komen omong kosong & hiperbola… paling juga cuman komen disini tapi belum nonton & Baca novelnya…
nggak perlu ditutupi… banyak pelajaran yang bisa diambil dari film itu mbak…
to rinah
Atas nama kebebasan berpendapat saya menyatakan, Salah besar jika ayat2 cinta lebih baik dari perempuan berkalung sorban..maaf mbak rinah..dalam PBS kita dapat mengambil banyak sekali pelajaran terutama tentang pemberdayaan kaum hawa dimana islam selalu mendukung hal tersebut sesuai dengan kodratnya sebagai perempuan..seperti kata anissa pilihlah jalan Alloh dengan rasa bebas artinya masih dalam koridor islam. Tema KDRT memang isu yang aktual di negeri ini dibanding dengan kisah cinta mahasiswa indonesa nun jauh di mesir sana, dan yang paling penting cinta terhadap kebebasan dari pengungkungan sangat menginspirasi daripada kisah cinta antara 2 anak manusia di negeri yang ribuan kilometer jauhnya dari negeri ini..
Saya rasa PBS jauh lebih bernilai dan inspiratif dibanding ayat2 cinta..
Bravo PBS
to evi andaresta
Saya rasa mbak evi andaresta mendingan nonton setan budeg atau hantu jamu gendong aja,sepertinya 2 film itu lebih cocok untuk anda yang tidak hiperbola dan omong kosong..atau mungkin sinetron cinta fitri kale..
Bravo PBS
Assalmu’alaikum…..
Saya nonton pd saat imlek di binjai supermall, medan, meskipun bioskop berstd XXI saya cukup kecewa krn banyak roll yang terputus dan suara annisa yg berubah jadi berat karena listrik yang naik turun. Kalau dibandingkan dgn AAC, saya merasa AAC masih lebih bagus dalam hal alur cerita dan roh cerita yang didapat penonton. Sdgkan PBS lebih bagus dalam hal pemeran dan kualitas gambar yang lebih natural. Untuk bukti anda dpt lihat ending dr AAC yang dirasa dapet oleh semua penikmat film, meskipun fim AAC banyak kekurangan kenyataannya org berbondong2 menonton film tsb ke bioskop bahkan hingga 2-3x, Tidak jarang penonton menguras airmata hingga presidenpun mau gak mau hrs ikut nonton AAC. Bahkan bila dibandingkan dgn laskar pelangi, tetap AAC masih jauh lebih sukses, ingat Bajakan AAC sdh dpt didownload di internet bahkan di CD pada H-2. artinya jumlah calon penonton di bisokop mau tidak mau sudah berkurang drastis dr yang diharapkan krn kebocoran film tsb.
So kita kembali ke PBS, kekurangan PBS yakni:
1.Ending PBS yang menurut saya tdk sad maupun happy ending, yang ada adalah masih gantung. Misteri kecelakaan khudory yang belum terungkap, kelanjutan pesantren al huda yang tdk jelas, Nasib mantan suami annisa yang tdk berujung dll
2.Sountrack PBS tidak kalah dgn AAC, namun sountrack PBS masih dirasa kurang mengenai di film. bandingkan dgn lagu jalin cinta dan AAC di scene AAC yang begitu mengharukan penonton.
3.Novel yang kontroversial tidak berarti menimbulkan film yang kontroversial bukan? seharusnya penggunanan kata2 “*ONT*” pada saat annisa ketangkap basah dgn khudori, adegan2 ranjang annisa dan khudori di ranjang, desahan istri ke2 dgn suami annisa, tidak perlu dipublikasikan dengan jelas mengingat PBS bukanlah dikatagorikan film dewasa/17thn, anak2 juga banyak yang menonton film ini.
Kelebihan PBS yakni :
1.Tema yang benar2 sesuai dgn budaya dan masy. indonesia dimana selama ini belum ada film yang mengangkat perjuangan wanita muslimah anak kyai pemiliki pesantren dengan begitu lengkapnya mulai dari kecil hingga menjadi seorang janda
2.Latar film yakni pesantren yang menurut saya sudah sangat sempurna baik dari segi lokasi, santri, budaya, atmoisfir yang bener2 menunjukan pesantren2 tua di pulau jawa, sangat natural, tdk berlebihan spt film syahadat cinta dimana pesanten digambarkan terlalu mewah dengan pakaian santri pria sangat bagus dan serba putih bak pakaian lebaran, sdgkan santri wanita digambarkan bak peragawati muslim, dgn atmosfir gedung pesantren bak universitas internasional. sangat hiperbola
3.Pemeran yang sempurna dan fresh, tdk ada satu pemeranpun yang tdk maksimal di film ini. Mulai dr annisa, khudori, widyawati, abah, francine, rasti, sam dll di sini lah kelebihan PBS dibandingkan AAC, Meskipun yang tampil masih wajah2 lama namun pemeran bukan hasil copy paste film sutradara yang terdahulu yakni get married, jomblo dan AAC cuma oka antara yang masih eksis di AAC dan PBS.
4.Novel yang kontroversial. Bagaimanapun juga film yang diangkat dari novel best seller adalah hal yang lumrah di Ina spt AAC, Ketika Cinta Bertasbih , Eifel im in love, laskar pelangi dll namun Hanung berani mengangkat novel yang bukan beset seller bahkan kontrovesi yang dicetak pd tahun 2001. film ini menjadi kebalikan dr film2 yang lain apabila film2 di atas ditonton setelah membaca novelnya, maka penonton PBS bakal baru mencari2 novelnya setelah menonton filmnya (itupun dgn catatan kalau novelnya masih dijual)
Namun tetap film PBS adalah film yang bagus dari segi amanat cerita namun masih tabu dalam hal penggarapannya. dari semua adegan yang kutonton justru adegan yang paling saya sukai adalah adegan opening film saat annisa menaiki kuda dengan sorban dimana opening berlangsung cukup cepat namun sudah membuat penonton penasaran. selain itu musik2 yang membuat saya merinding setiap annisa mendapat musibah yakni kematian ayah dan suaminya dimana musik yang dihadirkan sangat memiilukan, yang aneh justru 2 sountrack yang dinyanyikan siti nurhaliza pada scene yang kurang tepat meskipun lagu yang dibawakan sangat bagus. dan yang paling membuat saya terkesan adalah kehidupan pesantren yang sangat alami dan perfeck spt adegan santri mencuci di kolam, mengambil air wudhu di selokan, pembakaran buku annisa, perajaman annisa dan khudori dll yang sangat eksklusif bagi saya.
intinya film ini saya nilai 70 namun tetap AAC mendapatkan nilai lebih tinggi yakni 80. itu menurut pengamatan saya. terima kasih. assalamu alaikum. sukses film islami indonesia, mudah2an film ketika cinta bertasbih dapat menyempurnakan film aac, sc dan pbs yang sudah ditelurkan lebih dulu ke pasaran. amiiin.
satu lagi tambahan saya kekurangan dari PBS adalah terlalu banyak scene2 yang menghadirkan maupun memimpikan sosok2 yang sudah meninggal (ayah dan Qudori) di akhir film. sebenarnya kehadiran mereka tidak perlu seintens itu. anda ingat kemunculan rani mukherji (tina) yang sudah meninggal pada fil kuche2 ho ta hai (KKHT) pada ending film begitu MENGHARUKAN dimana tina tersenyum melihat anaknya anjeli kecil dapat menyatukan anjeli dewasa dan rahul. seharusny hanung dapat belajat dari film sebesar KKHT. Di PBS kemunculan sosok orang yang sangat berarti bagi annisa kurang mengharukan karena terlalu intens dan waktunya yang kurang tepat sehingga tidak begitu bermakna.
Selain itu kekurangannya adalah korelasi antara perempuan berkalung sorban dengan annisa yang masih kurang didapat. Tidak diceritakan asal muasal sorban siapa yang dipakai annisa, apakah sorban qudhori, abi atau milik pribadinya. padahal itu adalah salah satu tanda tanya terbesar penonton, lalu mengapa annisa begitu berniat berkuda? disayangkan annisa juga kurang mahir dan ekpersif dalam mengendarai kuda? sehingga sosok perempuan berkaluang sorban pada diri annisa hanya sekedar TEMA dari film bukan RUH dari film PBS. Dengan tema spt itu tdk heran apabila sosok annisa mengendarai kuda dgn sorban hanya digambarkan pada opening dan closing saja. padahal scene annisa mengendarai kuda seharusnya jaih lebih intens di film. jadi tidak hanya sekedar judul saja.
kelebihan tambahannya yakni poster film yang sangat bagus dimana annisa sendiri mengenai jilbab hitam dgn sorban membelankangi muslimah2 lain yang menggunakan jilbab putih, sangat sesuai dengan isi dan amanat film bahwa annisa adalah muslimah yang berbeda yang sanggup melawan ketentuan dan peraturan yang ada
Filmnya terlalu vulgar, sadis dan kusam serta kelam…Kalah jauh dibanding film Ayat-ayat Cinta. Hati-hati untuk yang berpenyakit jantung atau yang tidak kuat melihat kekerasan, mending jangan nonton filmnya…berdarah-darah dan banyak adegan brutal…
ASS..Mbak….
wah novel mbak bgs bgt tp aq nyesel gk sempat baca novel-a langsung nonton film-a.
Dmn ya mbak aq bs dpt novel-a krn aq cr d Gramed udah gk ada.
mbak yang pinter dan luar biasa, maaf coba renungkan beberapa hal:
1. surat at-Taubah: 71 yang berbunyi:
dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Alloh dan rosulNya. mereka akan diberi rahmat oleh Alloh; sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
2. rosululloh saw. bersabda: barang siapa menyerupai atau meniru suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.
3. rosululloh mengajarkan bahwa keutamaan seorang perempuan (hak perempuan) adalah tinggal di rumah dan hendaknya jangan suka bertabarruj (kewajiban perempuan) atau mempertontonkan diri dihadapan sembarangan lelaki, karena perempuan adalah fitnah terbesar bagi laki-laki. apatah anda mencoba ciptakan sebuah figur yang menentang sunnatulloh (mungkin bagi anda, ini ‘hanya’lah sebuah dogma yang tidak begitu penting.
4. kisah fiktif, bukan kenyataan sebenarnya. berarti anda telah ciptakan kebohongan/rekaan belaka.
5. semoga Alloh Swt memudahkan kita melihat sesuatu yang haq tetaplah haq, dan yang bathil adalah bathil. dan Alloh selalu menjaga kita dari silau dunia dan tipuan setan yang berbalut dengan keindahan duniawi.
5. telah jadi novel dan film. berapa laksa mbak, berita bohong yang telah tersebar. dan mungkin telah menjadi penyakit ahlaq yang menggerogoti jiwa para muslimah.
6. kewajiban sesama saudara muslim adalah saling mengingatkan.
awal 90-an di jogja saya telah mengenal mbak abidah dan karya-karyanya.
afwan atas kebodohan ana, w syukron. jazaakillah khoiron.
Assalamu’alaikum….
Ana sangat prihatin dengan tayangan-tayangan yang beredar sekarang… kok banyak yang membuatnya degan cover Islam dan isinya juga sebagian besar bernuansa Islam tapi ada beberapa yang ditayangkan sesuatu yang tidak benar dan tidak mendidik. Ma’af ya mbak sebelumnya… karena sebenarnya bukankah dalam Islam, bukankah ada yang namanya berdakwah secara ahsan???? dengan novel atau cerita kita juga bisa berdakwah. dan jangan sampai karya yang kita buat membuat orang lain menjadi malu…. Ma’af sebelumnya. Dan saya mengambil kesimpulan bahwa karya seperti ini mengandung Gazwul fikri (perang fikir)
Mas fuady bnr,knp mas hanung pake acara ada gambar piramida di jendela khudori,sayang bgt tuh,jd abal-abal.kita percaya kok kl khudori lg di mesir..hehe
Untuk mas syarief,soal sorban,itu sorban samsudin yg dikalungin ke leher anisa wktu dia nyeret anisa yg ke-gap berdua khudori.itu pnjelasan reza rahadian alias samsudin di acara behind the scene PBS. Mungkin sorban itu perlambang sesuatu,di ending sorbannya dibuang kan?
Yg sy sayangkan,knp ada dialog tentang megawati..jgn bw2 politik dong,bikin males..
Mo nambah,openingnya keren.overall,PBS&OSTnya lbh oke drpd AAC.akting reva&reza bgs bgt,tp reva dialeknya kurang jawa.Yahh..yg sempurna cm Allah.sy prcaya niat mas hanung&pnulis novel ini baik.tp alangkh lbh baik,utk ke dpn,buatlah karya yg brimbang.jgn hny mnampilkn sisi buruk sesuatu akibat ksalahn tafsir sbgian org&mngatasnamakn islam,misalny ttg wanita,sbb islam memuliakn wanita.di PBS,pnjlsn bgmn islam memposisikn wanita trasa kurang dlm,kurang berimbang.takutny msyrkt makin slh paham.
Salam.
Salam kenal,
Menurut gw.. Kayaknya di film ini, om Hanung emang dapat tim yg pas banget. Dilihat dari sisi manapun, film ini (menurut gw) layak mendapat pujian. Kalau dari segi cerita, ane sebenernya menunggu-nunggu dibuatnya film mengenai “R. A. Kartini”. Tapi, film ini cukup dapat menjawab keinginan tersebut. Pokoknya gak rugi deh nonton film ini..
Btw, rame ya mbak blognya?
Asswrwb..
Nyambung 2 koment terdahulu, ada yg mengganjal dr film ini. Skitar November dr majalah Cinemags yg sy beli, ada bonus poster flm Perempuan Berkalung Sorban. Nah, di poster tsb, tertulis ada penampilan spesial: Fedy Nuril, Rianti Catwright, Aming..btw busway, stl nonton hingga kelar, kok gak ada mrk ya? apa di-sensor Mas Hanung sendiri? Well, coba Mas Hanung ikut koment ya…?
mana soft copy nya….
hehe…
sayang bgt ya byk yg bilang film ini bermutu. film ini jelas telah menyudutkan pesantren tradisional, jarang sekali dimunculkan sisi baik dari pesantren tradisional. justru difilm ini seakan-akan mengarahkan penonton kalo pesantren tuch pemikiran yang dibawanya selalu kolot dan anti “modernisasi”..sekularisasi terasa bgt di film ini..
menurut saya cerita sangat bagus dan dapat memberika suatu perubahan terhadapat para orang tua yang masih “kolot”…cerita ini juga dapat memberi tahu bahwa segala apa yang diatur oleh orang tua belum tentu bisa di terima oleh anak’a dan sebagai seorang anak ada baik’a tidak melakukan perdebatan terhadap orang tua dengan nada yang kasar, karena itu dapat memberikan hal-hal yang negative…dari cerita ini dapat di ambil kesimpulan bahwa kebebasan itu merupakan hal yang di inginkan tetapi kebebasan tersebut selalu di salah gunakan oleh orang-orang yang melakukan kebebasn, seharusnya dengan adanya kebebasan kita justru lebih bertanggung jawab ata apa yang kita ingin lakukan dari kebebasan tersebut…,karena dengan kehidupan yang bebas maka akan timbul suatu tngkah laku yang selalu mengarah kepada hal-hal yang negatif….mohon maaf apabila ada kesalahan..
saya ingin memberikan komentar terhadap no.68..bukan’a untuk menyudutkan pesantren tradisiona tetapi mengubah sudut pandang orang-orang yang kolot bukan yang masih ada di zaman sekarang..itu yang saya tangkap dari film tersebut..maaf kalau saya ada salah kata..
saya ingin memberikan komentar terhadap no.68..bukan’a untuk menyudutkan pesantren tradisiona tetapi mengubah sudut pandang orang-orang yang kolot yang masih ada di zaman sekarang..itu yang saya tangkap dari film tersebut..maaf kalau saya ada salah kata..
walahu a’lam..
afwan mas….
fas al ahlul zikr…wallah ‘alam bissawab
kalo liat film dari novel ini mengandung banyak pembodohan yg tercover seakan-akan sebagai pencerahan dan kebebasan, inti yg paling bener2 tertangkap adalah penggambaran kekejaman syariat Islam terhadap wanita,yg jelas ini film LIBERAL bgt, baru faham kalo maksudnya perempuan berkalung sorban itu maksudnya..kalo perempuan itu dibelenggu sama syariat Islam dengan simbol sorban yg harus akhirnya dilepasin di akhir film…gak skalian aja dilepasin tuh jilbabnya, kalo dibilang menyinggung pesantren tradisional juga engga sih karena keliatan bgt penulisnnya cuman pengen nyinggung negara yg nerapin syariat Islam tapi dgn gambaran laen…yg diambil contohnya yg pesantren yg seakan2 tradisional ala jawa timuran…
point2 pelecehan seakan2 syariat dan ajaran Islam itu kejam jelas banget…seperti peristiwa rajam, padahal ga ada tuh di Islam org tiba2 lgs dihukum rajam kayak gitu..tanpa saksi yg banyak atau pengakuan orang itu dan bukti2 yg jelas..serta org itu emang udah menikah.
peristiwa buku2 yg dibakar..ya wajar lah kalo tuh buku dibakar..anak pesantren disuruh baca novel2 cinta atau novel liberal lainnya…bacanya juga lagi belajar..ga usah deh di pesantren di sekolahan umum aja kalo anak murid lagi belajar trus malah baca buku yg laen juga disita bukunya sama sekolah….lagian buku2 itu sesuai usiannya lah , anak kecil disuruh baca pramudya ananta toer…apalagi di pesantren..yg dia seharusnya belajar agamanya lebih banyak..masa keluar pesantren ntar cuman faseh ngarang cerita2 ditanyain dalil atau lainnya ga faham..gara2 kebanyakan baca novel.
ngegambarin seakan2 guru2 pesantren (pelaksana syariat Islamlah) itu kejam galak2 dikit ngomong haram sana sini, nt masuk deh sono ke pesantren yang banyak malah ustadz2nya kalem2 malah murid2nya bandel2 ga ketulungan, kenapa?? karena banyak orang kalo anaknya bandel baru dimasukin ke pesantren…HASILNYA para penonton bioskop yg mau masukin anaknnya ke pesantren jadi takut deh…
masih banyak lagi kalo disebutin disini cara2 gak tepat dari film yg diadatasi dari novel ini, yg jelas nuansa liberal dan latar belakang penulis novel dari film ini keliatan banget, yah wajarlah dari mesir…yg mungkin sekarang sudah lebih liberal dari indonesia
Waw..

rame yah..
gimana kalo pada baca novelnya dulu? Beda jauh loh.. di gramedia n gunung agung juga ada, saya udah baca.
Jelas, filmnya terlalu liberal. Yang bikin orang India, sih
Menurut saya, penulis skenarionya mungkin dari JIL atau simply just an islam hater
Orang-orang yang teracuni dengan konsep “modern” mungkin akan menganggap film ini bagus.
Perempuan Berkalung Sorban , sebuah film (yang seolah )spiritual , padahal menyesatkan, ketika keluar bioskop saya lihat dua wanita berbaju tank top bilang, ih kasian ya mereka nyopir mobil aja enggak boleh, masih ada enggak ya sekarang yang kaya gitu, lalu begitu ada adegan wanita hamil datang kerumah Gus suami aniisa itu lalu ada rapat keluarga, ayah si Gus menyitir Quran : Allah membolehkan seorang muslim menikahi sampai 4 wanita lalu beberapa penonton di bioskop pun berteriak huuuuu…astaghfirullah film ini telah membuat ayah2 Allah dicibir dan dhina. Begitu pula waktu kekerasan yang dilakukan si Gus kepada istrinya selalu didahului dengan sitiran Quran dan Hdits dan ada kalimat ..apa kamu enggak baca Kitab Nahjul Balaghah , Bulughul Maram ,seolah dalam kitab 2 itu ada pembenaran kelakuan sadisnya .Ini benar2 menggiring orang agar jauh dari agama. Juga kenapa yang dipersonifikasikan sebagai buku2 kebebasan adalah buku Pramoedya Ananta Tur dan Buku Karl marx padahal Pram waktu PKI berkuasa juga menindas para penulis Islam dan liberal, apalagi Karl Marx yang jelas menindas kebebasan. Film ini harusnya berjudul PEREMPUAN (YANG TAK LAGI ) BERKALUNG SORBAN karena adegan terakhirnya ia naik kuda bersama sang anak sambil melepas sorbannya ….. ini film licik .. seolah spiritual mengundang orang yang haus film spiritual , menyangka akan seperti Ayat ayat Cinta tapi disuguhi penggiringan untuk membenci praktek2 religius.
Baca koran Republika hari ini : FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN DINILAI MENYESATKAN
ddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd
ah terlalu berlebihan deh dalam melihat sebuah karya film..menurut saya tidak ada yang aneh dalam film PBS ini tergantung dari sudut mana kta memandangnya..maju terus PBS
Saya belum baca novelnya. Tapi sangat mungkin filmnya jauh berbeda dengan novel. Tapi kalau saya lihat dari filmny, saya pikir tergantung dari siapa yang menafsirkan. Menurut saya tidak terlalu liberal kok. Saya bisa memahami pesan yang ingin disampaikan pada film itu.
Dalam film, jelas nilai-nilai patriarkhi sangat kental dalam pengajaran di pesantren. Sangat perlu untuk melakuan perubahan di dalamnya. Tetapi, membuat liberal pesantren jelas merupakan sesuatu yang mutlak harus dihindari. Liberalisme hanya merupakan kaum kafir barat untuk menguasai dunia Islam. JIL itu hanya merupakan alatnya di negeri ini. Mereka sudah mengidap inferiority complex yang acute.
Bagaimana pun, sekali lagi, bagaimana kita menilainya.
Maksud saya adalah: Liberalisme hanya merupakan alat kaum kafir barat untuk menguasai dunia Islam.
setuju bung herman..
tergantung bagamana kita menilainya
Assalamualaikum,
baru kemaren nonton ma temen2,seru,asik,keren.Nurut saya,maksud dari judul PBS tu adalah biasanya yg memakai sorban kan seorang laki2,kemudian karna annisa seorang perempuan terus dia tidak bisa seperti kakak2nya yang bisa di perjuangkan hak memperoleh pendidikan yg setinggi2nya,maka dia memakai sorban cuma sebagai simbol pemberontakan atas perlakuan abinya,pada akhirnya sorban itu di buang,karna nisa menganggap bahwa hak2nya sudah terpenuhi.Trimakasih
wassalamualaikum
Jadi,judulnya ga perlu di ganti dengan ‘perempuan yang tak lagi berkalung sorban’,he2.Tu semata2 cuma simbol koq,ga perlu di lebih2kan,wokay.
untuk isi buku ini menurut saya sangat berani, buat mba abidah salut.
dan untuk di ketahui, untuk edisi buku yang bercoverkan revalina telah di terbitkan oleh “PENERBIT ARTI BUMI INTARAN” yang beralamatkan di ” JLN MANGKUYUDAN MJ III/216 YOGYAKARTA 55143, TELP : (0274) 380228.
hanung seperti lulusan SD yang mengerjakan soal SMA, memang soal itu bisa selesei dan terlihat ‘indah’, tapi kualitas isinya sangat2 perlu dipertanggungjawabkan….
pemikiran tentang kebebasan peran wanita serta hal2 tentang Islam sebaiknya perlu dilakukan riset yang lebih jauh sebelum akhirnya film ini dilempar ke pasaran,,
isi daripada film ini sangat menyakitkan!!
oke kita bisa berbeda pendapat,tapi kita tetap berkewajiban untuk menghargai pendapat, dalam hal ini menghargai Islam!!
kita sebagai orang islam harus nelaah islam dengan wacana islam juga lah, mungkin yang lebih diperlukan ialah kemampuan untuk kaum perempuan yang bisa berperan sebagai penelaah, sehingga tafsir2 pun bisa seimbang..
makasih…
oh iya,
daripada ada kontroversi,mending hanung bilang aja lah pilm ini hanya untuk orang yang ‘mengerti’ Islam,coz klo gw pkir da orang awam yang nonton pilm ini, apalagi non-muslim, bisa dimungkinkan akan hilang arah dalam keislamannya…
Film ini dibuat oleh seorang yang TIDAK FAHAM tentang indahnya islam, tentang syariat ISLAM, tidak faham tentang ajaran ISLAM, lalu SOK MENILAI DAN MENGHAKIMI ISLAM. saya juga CEWEK bung, tapi saya tidak mengerti betul batas dan makna kebebasan dalam islam. menikmati ISLAM.
JANGAN SUKA NYEBAR FITNAH!!
kebebasan apa yang anda usung???
Silahkan saudara-saudara belajar lagi tentang islam, pelajari lagi Al-Qur’an dan Hadist. maka insyaALLAH anda akan faham, anda akan mengerti betapa film ini adalah fitnah yang mengerikan tentang ISLAM. Na’udzubillah….
film ini dibuat oleh seorang yang TIDAK FAHAM tentang indahnya islam, tentang syariat ISLAM, tidak faham tentang ajaran ISLAM, lalu SOK MENILAI DAN MENGHAKIMI ISLAM. saya juga CEWEK bung, tapi saya tidak mengerti betul batas dan makna kebebasan dalam islam. menikmati ISLAM.
JANGAN SUKA NYEBAR FITNAH!!
kebebasan apa yang anda usung???
saya setuju dengan tulisan oomnya dihya dan chidua.
silahkan saudara-saudara belajar lagi tentang islam, pelajari lagi Al-Qur’an dan Hadist. maka insyaALLAH anda akan faham, anda akan mengerti betapa film ini adalah fitnah yang mengerikan tentang ISLAM. Na’udzubillah….
buat ufy rahmana
film ini adalah sebuah fitnah..berlebihan deh rasanya..saya sarankan jangan terlalu parno deh mbak kalo nonton film..islam terlalu agung dan besar untuk di fitnah hanya oleh sebuah film..
Maju terus mas hanung hasilkan karya2 yang membuat kita semakin kritis dalam memandang islam..
jadi pengen baca dan nonton
Filmnya bagus banget kok …..
bisa seimbang melihat islam, budaya lokal dan lembaga pendidikan seperti pesantresn ……
film dan novel itu memang imajinasi penulis dan sutradara tapi inghta kawan …film juga “ide awalnya” dari realitas kehidupan sehari-hari …
sekelas guru besar yang juga menteri pemberdayaan perempuan saja menaruh apresiasi yang positif terhadap film ini dan nyatnya film ini masih terus di putar dibioskop2 …walaupun tak seheboh ayat2 cinta karena memang novelnya yang “belum best selletr” seperti ayat2 cinta ….dan promosinya juga gak terlalu maksimal …….
selamat buat mas hanung ..kami tunggu karya terbaik mas ahanung berikutnya …
salam islam progresif ……………
perempuan berkalung sorban bisa diartikan perempuan yang hidupnya dikungkungi/didominasi oleh laki laki. makanya di akhir kisah, ketika naik kuda bersama anaknya, sorban simbol laki laki itu dibuang. kendati khudori sudah mati, tapi nisa siap menjalani hidupnya. dan nisa sudah berhasil lepas dari jeratan samsudin.
selain itu khudori juga difilmkan rajin membantu pekerjaan istrinya di rumah. gantiin mbalik tempe biar nggak gosong dan cuci piring. istri yang lagi sibuk belajar dan ngetik tugas dia bikinkan minuman hangat. so sweet ceunah !
filmnya bagus banget, gue jadi terharu.
apakah pesantren alhuda beneran ada ?
hmm.. rame banget neh.. ko pada menghakimi..??? (wajar aja lah, namnya juga manusia. mereka itu kan dinamis). yang gak suka sama film ini, ya gak usah di perbesarkan.
jika disamakan dengan film, islam itu gak akan bisa.karena agama (islam) merupakan ketentuan Allah yang tidak bisa di ganggu gugat. dan tidak ada tandingannya.
well..bagaimana kita melihatnya, dan dari segi apa!! memang ada baik dan buruknya!!
hargailah karya orang!! jangan banyak menghujat!! kita belum tentu bisa menghasilkan karya yang seperti itu.
wassalam
setuju banget mbak fea..bravo
Hanung itu siapa ?? apa dia bisa baca quran ?? apa dia mengerti bahasa arab ? apa dia pernah belajar fiqh ?
apa dia pernah jadi santri di pesantren ?? aku liat kacau banget filemnya, disatu sisi aku liat thaliban, disisi lain
ada mesir, ada budaya di saudi arabia ( perempuan gak boleh nyetir mobil) tapi settingnya kok di pesantren jawa timur ?
yah…. tentu saja bikin beberapa kalangan marah. karena merasa di fitnah.
lain kali kalau mau bikin filem mbok ya survey dulu, kalau memang kisah nyata ya diperkecil settingnya, karena bisa jadi
itu cuma kasuistis.
Tapi memang sutradara sekarang gak begitu pinter.
Semestinya kaum Muslimin membuat karya karya yang bermanfaat yang membuat saudaranya dari kalangan Muslimin dan jbahkan musuhnya dari kalangan non Muslim bisa melihat dan memahami Islam yang benar, Islam yang murni seperti yang dipahami dan diamalkan Rasulullah dan para sahabat, jadi barometer apakah sesuatu itu “Islami” atau tidak itu Al Qur’an dan hadis!!!
dan dalam Al Qur’an dah Hadis itu sangat jelas adanya larangan bagi orang tua untuk memaksa anaknya menikah dengan pria yg tidak ia cintai, ini yg pertama
yang kedua dalam Islam sangat jelas larangan menganiaya istri, tidak boleh memukul wajah istri, tidak boleh memukul hingga sakit, lebam atau bahkan cacat, ini haram
yang ketiga, wanita itu dibolehkan untuk menuntut ilmu yang baik dan bermanfaat asalkan dalam proses menuntut ilmu itu tidak ada hal-hal yang bertentangan dengan syari’at misal fenomena di SMA Taruna Nusantara yang melarang murid wanitanya memakai jilbab, ini jelas bertentangan dengan Islam, jadi yang semacam ini seharusnya dihindari.
yang keempat, wanita dibolehkan bekerja yang halal asalkan dalm prosesnya tidak bertentangan dengan Islam, misal POlwan dilarang memakai jilbab, maka sudah seharusnya kaum Muslimah menghindari pekerjaan tersebut yang tidak membawa berkah
saya sudah nonton film-nya, secara cinematografi bagus, alur cerita-nya bagus.
Menurut saya ada yang perlu di tambahkan isi dalam film biarpun tidak tercantum dalam novel karena bila ini di tonton oleh masyarakat non muslim baik di indonesia atau di luar negeri anggapan mereka tentang islam akan negatif. ketika sebuah ayat di keluarkan sepotong harus diberikan potongan ayat lain-nya yang lengkap. Sebuah ayat Al-Qur’an mempunyai hubungan dengan ayat yang lain, jadi ketika sebuah ayat disampaikan mengenai sebuah hukum harus juga di sampaikan ayat lain yang berhubungan. Menyangkut Haram / halal, surga/neraka dan sebuah hukum agama yang saya tau itu tidak hanya satu ayat yang digunakan
Sebelum membuat film yang berhubungan dengan SARA sebaik-nya dikonsultasikan dengan Ahli-nya. tinggal menunggu waktu kontroversi-nya
Hanung sudah salah langkah, dia sudah memasuki wilayah keyakinan dan saya liat ilmunya belum cukup. Apalagi dia hanya mengambil begitu saja novel abidah el khaliqy yang syarat dengan imaginasi dan tidak berdasarkan kenyataan. Dan susahnya dia bukan sastrawan yang netral, pemikirannya lebih condong ke islam liberal. Dia sendiri ( abidah ) mengakui bahwa dia belum pernah ke maroko, tapi dia cerita tentang islam di maroko, apa itu bukan bullshit ?? kita jangan sampai dibodohi oleh pengaran semacam ini dan mengarahkan pemikiran dan keyakinan kita ke angan-angan mereka.
Beda dengan filem hanung terdahulu AAC, pegarang novel itu jelas, pernah sekolah di kairo, pernah jadi mahasiswa al azhar dan pernah hidup bersama mereka, novelnya juga menceritakan tentang kehidupan disana apa adanya. Jadi tidak sampai timbul kontroversi bahwa mendapat banyak simpati.
Jadi menurut saya PBS tidak beda dengan filem hantu pocong atau si manis jembatan ancol, hasil dari angan-angan dan imaginasi saja. Dan susahnya dia menyinggung syareat islam, makanya banyak yang kebakaran jenggot
Saya belum pernah baca novelnya tapi sudah nonton filmnya. Jadi kritik saya seputar filmnya saja, bukan bukunya.
Secara sinematografi, film ini sebetulnya cukup bagus tapi saya tidak setuju dengan misi yang disampaikan oleh Hanung.
Saya melihat semua konflik yang dibangun dalam film ini bersumber dari pengamalan ajaran Islam yang kurang tepat oleh para pelakunya, contoh:
1) larangan berkuda buat wanita
2) larangan isteri mengambil inisiatif dalam melakukan hubungan seks dengan suaminya
3) larangan wanita meminta cerai dengan alasan apa pun
4) keharusan istri terus menuruti suami walaupun suaminya tukang menyiksa & main perempuan
5) tindakan main hakim sendiri dengan merajam orang, padahal orang itu berzinah pun tidak
6) sebaliknya seorang suami karena posisinya sebagai kiai/gus boleh menzinahi perempuan lain lalu setelah hamil dengan entengnya dijadikan istri kedua tanpa ada sangsi apa-apa, dll.
Kalau anda mengerti Islam, saya yakin anda setuju dengan saya bahwa semua praktek di atas bukanlah ajaran Islam. Namun di film PBS semuanya itu dipertontonkan tanpa ada penjelasan sama sekali kalau semua itu hanyalah perilaku tokoh-tokoh kiai dalam film tersebut dan bukan merupakan ajaran Islam. Akibatnya, orang yang tidak mengerti Islam tentu saja akan melihat Islam dengan wajah yang garang, picik, dan menindas kaum wanita di film itu.
Apalagi solusi yang disampaikan kemudian adalah dengan membiarkan para santri membaca buku-buku Pramudya Ananta Toer, Karl Marx, dll (?). Saya bukannya merendahkan buku-buku seperti itu, cuma rasanya kok solusinya bener-bener nggak nyambung aja. Bukannya lebih tepat kalau si pesantren itu (dalam hal ini kiai-kiainya) meluruskan pemahamannya yang menyimpang dan bersikap lebih adil?
Dengan kata lain, saya bilang kalau film ini jadinya ditunggangi oleh ide liberalisme. Karena semua konflik yang dibangun dalam film ini kan sebetulnya bersumber dari pengamalan ajaran Islam yang tidak tepat oleh para pelakunya. Alih-alih diperlihatkan ajaran Islam yang sesungguhnya sebagai solusi, malah ide liberalisme yang lalu masuk sebagai pahlawan.
sebuah ketidakdewasaan ulama dan pihak pesantren dalam menanggapi kritikan film membuat adanya upaya boikot film ini. Demokrasi islam itu sendiri yang kian terancam dengan adanya boikot tersebut. bagi pihak yang terlibat dalam film tentunya sangat senang filmnya hit karena kontraversi ini…
huakakkakaa…. jadi ajang debat kusir ya mbak blog na… xixixixi…. cuman mau bilang… ngeblog terus mbak…. buat yg nyela yg punya blog, ini blognya si mbak lo, suka2 dia mau mengeluarkan isi pikirannya…
tambahan ya mbak… nah kita – kita ini tamu… sebagai tamu seharusnya kita sopan kalo maen ke rumah orang…. tul ga mbak
….
*lagi nunggu suguhan dari tuan rumah
)
walah-walah kok pada rame banget sih ?
wong perkara crita film wae kok ya padha pating grubyuk.
yen pengin ya nonton, lha yen ora ya ora susah.
Film perempuan berkalung sorban, aku acungin 2 jempol..
Waktu aku nonton film ini, aku terharu banget. Aku sebagai wanita memandang film ini menggambarkan realita yang terjadi di indonesia, terutama di jawa..
moga aja bagi seluruh kaum hawa yang udah ngeliat film ini, yang dulu merasa terkekang oleh kultur yang ada, bisa membebaskan diri dari belenggu itu, seperti yang dilakukan oleh sesosok Anisa..
hahahaha..pada takut jadi kafir ya skipper setelah nonton film ini..kasian deh lo..kafir gara2 nonton film..
hahahahhah ngapain gue takut kafir gara2 sih hanung. Gak level lah dia bagi gue, dia tuh sapa ??? gue cuman kasihan aja sama
dia, dia keliatan bodoh dan dungu setelah filem ini. Gak paham karakter masyarakat. Hingga bikin filem picisan kayak gitu, dan
pasti gak akan seheboh AAC. Dia sudah terjun ke jurang ! bunuh diri ! Paling habis ini balik bikin filem hantu-hantuan, dan kayaknya
memang itulah kualitas intelektual dia.
kasihan………..
Saya rasa di film ini, si Hanung gagal dalam menterjemahkan, menggambarkan cerita yang dinovel ke layar lebar, beda mungkin dengan Ayat-ayat Cinta sebelumnya yang sangat menyentuh, sungguh untuk PBS hanung gagal total , menyentuh hati penontonnya, minimal saya pribadi tidak melihat kehebatan yang dia tampilkan di AAC, gimana nih nung, ada apa dengan kamu nih, film mu ini kurang menggigit, cuman hebat promosinya doang, atau terlalu PD sama kesuksesan AAC, sehingga kurang melakukan persiapan untuk PBS, sangat mengecewakan sekali. Disini Islam seolah agama yang jelek sekali, terkebelakang, dibilang nyeleneh juga tidak, karikatural juga nggak, kesannya malah kampungan begitu, aaaduh bagaimana kamu menterjemahkan islam sih,kok jadi kayak begini hasilnya, sayang reputasimu yang sudah bagus jadi cacat begini.
“Bagi yang ingin menonton film ini, berangkatlah dengan anggapan bahwa kita akan melihat suatu tontonan dan bukan tunutunan.”’
isina ga islami bgt. klo film islami tu setidaknya pake AlQuran n Hadits bwt dasar pa yang dilakukan. bukan buku2 dr barat!
for skipper
sepertinya lo yg ga se level ma hanung krn kalo lo buat film even the madman pun kaga bakalan liat..poor u
for matauden
film ni tidak untuk menterjemahkan islam mas, anda ga tau ya cara nonton film kayanya..AAC tidak ada pesan buat masyarakat kecual pesan cinta2an..disini ada
for helmy
kalo mau buat yang islami buat aja dokumenter pesantren mas ato program dakwah..ini film bung
Aku udah baca bukunya n nonton filmnya.
Beda banget deh. Gmana ya, yang di film kok kayaknya hiperbola banget. KDRTnya keterlaluan, juga dialog-dialognya yang terkesan emosional. Jadi malu waktu kemarin ngajakin temenku nonton. Bukan apa2, dia non muslim seh, takutnya mikir negativ tentang Islam. Tapi dia cuma diem aja,nggak tau mikir apa.
Hufff…. No comment lah
Jl. Modang MJ III/424 Jogokaryan, Yk 55143 ni alamatnya
lagi2 islam yg jadi sasaran…pade ga jera tuh ya manusia…apa mang sengaja nantang Allah hah…buat fitnah dimana2..
paling2 ujungnya juga duit..
jgn terkecoh mari kita teliti dan kaji lbih jauh lagi…
lo2 pade hapal quran ja berapa surat..hapal hadits juga belum sberapa,baca quran ja plegak-pleguk…masih jug suka ikut2an..payah..??pelajari lagi aja islam dgn baik..biarin musuh islam mau hancurin islam.Allah yg jaga….maf kalo ada kata yg ga brkenan.salam
Kenapa ya banyak yang bersikap reaktif saat ada pesantren digambarkan secara berbeda dari stereotip tempat mengaji,kiai orang suci tanpa pernah salah.Padahal kenyataannya kan banyak yang lebih parah dari gambaran hanung misalnya tahun 2008 ada pemilik pesantren menikahi anak dibawah umur, kemudian beberapa tahun silam Kiai NMI dari pesantren terkenal diJakarta nikah semalam dengan DW di sebuah hotel.
Pesannya adalah Islam indah dan agung .. ya sangat benar tetapi orang Islamnya adalah manusia biasa yang bisa saja salah.
Waah …. ternyata kedewasaan manusia Indonesia udah melangkah … jadi kalo Indonesia maju di tahun2 yang akan datang … yaa salah satunya karena orang muda Indonesia berani melihat masalah … gimana mo bicara countermeasure … kalo problemnya aja gak dilihat ( gak berani melihat )…. !!!!.
salut buat Hanung …. !!, dan yang paijo bilang itu banyak manfaatnya tuh buat kemajuan …. ayo ambil positifnya aja ahh …
salam
eheemm..
ck..ck.. heboh bangeet..
Buat skiper,, jgn terlalu menjudge orang kyk gitu dunk..
Trus aku stuju kalo pemboikotan fil ini hanya menunjukkan terkikisnya demokrasi dalam islam..
Mgkn bisa memilih cara yang lbh bijak dan mengena atau menyentuh selain memboikot..
Sebagai seorang ulama,, mgkn bisa mendapatkan solusi yang lebih baik dan dewasa untuk menghadapi zaman skrg ini,, shg Islam tetap bisa bersatu sesuai ajaran dlm kitab kita..
owkey???
tp aku jd pnasaran ma film n nvelnya..
membaca ulasan di sini berikut koment2 yang masuk.. bikin saya tertarik nonton filmnya neh.. pengennya seh bisa meluangkan waktu untuk baca.. tp kyaknya sekarang2 blum deh… anak butuh perhatian… hiks…
Novel tai kucing, filmnya juga tai kucing
Masya Allah…rame sekali sih… Saya sih suka filmnya, karena nobody’s perfect here — not even Khudori (Dan di AAC Fahri was not perfect either. He was lame, but pretentious.) Mudah-mudahan dengan kesan yang kita peroleh masing-masing dari novel dan film ini, kita menjadi lebih rendah hati. Bahkan ketika kita yakin dengan apa yang kita sebut dengan kebenaran, serta menghargai pentingnya “kebebasan individu supaya kita belajar ikhlas dan terbebas dari rasa benci” ketika kita bertindak. Saya hargai pandangan teman-teman semua (tidak berarti saya menghargai sejumlah kosa kata yang dipakai), terima kasih, saya merasa “lebih kaya” setelah membaca blog ini.
Novel tai kucing, filmnya juga tai kucing dan yg menulis ini sebelumnya juga otaknya tak ubah tai kucing..oops maaf ya recoil
Untuk para sineas perfilman Indonesia, kalau mau melihat industri perfilman Indonesia maju, jangan takut walaupun banyak halangan yang menghadang
di bali belum ada tuhh di bioskop…. penasaran banget!
Semoga Bisa sukses…..Tp jangan Sampe Buat Yng laen Marah………TQ
Jika nyimak rangkaian dua film sblmnya yg – maunya – dikemas dlm setting ‘religius’ yaitu “Ayat2 Cinta” (AAC) dan “Doa yg Mengancam”, lalu “Perempuan Berkalung Sorban” (PBS), spt ada upaya Hanung utk berubah haluan atau balik ‘memberontak’ (demi atau tanpa sensasi?) dg membuat film yg kontroversial.
Krn dua film sblmnya relatif tdk menimbulkan reaksi yg kontra di ranah publik. Seorang sutradara, produser, dsb mestinya paham dan mengantisipasi respon/reaksi thd karyanya saat dirilis ke publik.
Mungkin film PBS memang sengaja dimuati unsur kontroversial utk menarik perhatian publik agar film itu setidaknya ‘dibicarakan’ atau ‘direken’ publik.
Asumsi subyektifnya, mungkin Hanung frustrasi, ‘cemburu’, melihat sambutan publik yg begitu fenomenal thd film “Laskar Pelangi” dibanding film AAC (yg mutunya emg jeblok), dan sbg ‘pelarian’ atau ‘kompensasi’ dari rasa kejengkelannya, dibuatlah film kontroversial yakni PBS. Ibaratnya, Hanung spt anak kecil yg sdg merajuk, ngambek, bete, krn tdk ada yg memperhatikan film-filmnya.
Mungkin krn hanya ada dua pilihan agar direken publik yaitu bikin film bagus (spt “Laskar Pelangi”) atau bikin film jelek tapi kontroversial. Tapi krn pilihan pertama terlalu sulit utk Hanung maka dibikinlah film jelek bin kontroversial yg emang relatif lbh mudah tanpa harus mempertimbangkan teknik sinematografi, estetika, relevansi, intelektual, dsb.
Dan lagi ternyata film PBS diproduksi oleh Starvision milik Chand Parwez dan Raam Punjabi yg dikenal sbg ‘mafia’ sinetron di negri ini yg kerjanya memproduksi film/sinetron sampah.
Blm lg jika diskusinya menyangkut paradigma, ideologi, yg membingkai film PBS yg agaknya sarat dg visi klasik kaum feminis yg memang terkenal lebay dlm soal emansipasi dan menggugat budaya patriarki. Meski para feminis lebay tsb lbh sering kebablasan dan keblinger krn jika emansipasi benar2 murni dipraktekkan akan jadi bumerang bagi kaum wanita dan para feminis itu sendiri. Bahkan sangat mungkin kaum wanita akan balik mengutuk para feminis.
Apalagi jika mbahas kenaifan visi Hanung dlm upaya mengaplikasi simbol termasuk saat ‘mencomot’ karya sastra universal “Bumi Manusia” yg dlm PBS diposisikan sbg representasi komunisme. Sementara komunisme sendiri sdh lama habis.
Dari segi tema film PBS termasuk kesiangan dan garing. Bahkan Siti Musdah Mulia seorang aktivis perempuan yg ‘membela’ PBS, dlm suatu debat di TVONE ‘keceplosan’ bilang bhw PBS mestinya dibuat 20 th yg lalu. Secara implisit itu dpt diartikan bhw di era spt saat ini tema2 spt yg ada dlm PBS, apalagi mengkonfrontisir pesantren dan komunisme (dg cara2 yg dangkal pula) adalah sdh sangat kesiangan dan tdk relevan.
Tidak jelas apakah Hanung, pihak produser, juga si penulis novel, sblmnya melakukan survei data yg representatif thd pesantren2 di negri ini dan melakukan check and recheck di lapangan sblm ‘mendiskreditkan’ institusi pesantren sbg contoh kasus tempat berlangsungnya apa yg oleh aktivis feminisme dilabeli sbg budaya patriarki.
Mungkin pihak produser, juga Hanung, perlu belajar kursus membaca karya sastra, latihan menganalisis buku “Bumi Manusia” dulu.
Jangan mau jadi Budak India (starvision) !!! Merdekat
berhitung: 127..
saya belum nonton filmnya, apalagi baca novelnya, tapi dari kabar2nya kok banyak kontroversinya, jadi tertarik pengin nonton (efek kontroversi memang bisa mendongkrak ya..)
tapi rasa2nya kok efek2 kontoversi lebih ditimbulkan oleh ke-Ge-eR-an saja ya?
Wah, seminggu yang lalu liat film ini (agak telat ya?) hehehe…
Dari segi sinematografi sich bagus banget.. Pengambilan angle shot dan properti setting keren…khas film2nya Hanung banget,,,
mengekspos pantai banget,,seolah2 pondok pesantrennya ada di pesisir pantai.
Ceritanya emang kontrversial sih, tapi justru itulah yang bikin pada penasaran..
Vulgar? sebenernya ga juga kok,,tergantung persepsi masing2 ajah
Yang jelas ini film termasuk film yang “beda” dan aku kasih nilai 80 deh,,,
soalnya tetep aja kan masih ada kekurangannya…
Islam tidak seperti yang digambarkan dalam film. Islam bukan agama yang kaku. Mas hanung mending mesantren dulu, atau pake konsultan kyai yang udah kenamaan. Ini mengangkat feminisme atau menyatakan perang terhadap pesantren. Hanung Is Suck
commentku ttg film wnta berkalung sorban…
jika kita hanya melihat film ini dngn kaca mata realitas dlm film ini sendiri, jelas kita hanya akan terjebak dalam tatanan feodalistik yg dibangun secara sengaja ato tdk sengaja kemudian d jadikan suatu perangkat untuk melancarkan kpntingan para pelaku feodal yg keliru menafsirkan konsap patriakal.. bahkan yg terjadi ialah perkawinan antara budaya dan agama,, sehinga agama sering kali kelihatan tdk suci bagi mereka yg tdk kritis terhadap isu seperti ini.. dan kalian yg tdk setuju dng film ini,, kalian adalah prodak dari sistym feodal yg memper kawinkan antara budaya dan agama.. kalian tdk ada bedanya dngan SYEK PUJI seorang kyai yg salah ato memang disemgaja menggunakan dalil2 sunah demi untuk melancarkan praktek FEDOFILIAnya,, dan sikap seperti ini lah yg memberi imej jelek kpd agama saya, agama anda sekalian. dan garis besarnya adalah, film wanita berkalong sorban. ingin mengkritisi bahkan menggugat org2 yg keliru menafsirkan ttg konsep keKHALIFAHAN d dlm kluarga…
saya sngt setuju dng comentar mas hanafi di atas…….
sngat benar mas hanafi,, bahwa film ini tdk hanya mengkritisi perselingkuhan antara budaya dan agama, tetepi film ini juga menggugat bangunan2 feodalistik yg sengaja ato tdk sengaja telah terbangun d dlm pesantren2 di negara kita, dan wanita2 sring menjadi korban akibat dari system ini, meraka mengunakan dalil sunah rosul ketika ingin menyalurkan hasratnya sbg seorang pedofilia(syehk puji).. tafsir sesat seperti inilah yg mau di sampaikan film ini..
anank pernah di pesantren ??? pesantren mana ??
Film yg bagus untuk ditonton…Geniuuss, mengajarkan kita untuk selalu berfikir kritis tentang apa yang kita terima untuk mengetahui apa yang benar dan salah. Menurut pandangan saya tentang Anisa dalam PBS yang membaca buku2 sekuler dan beraliran kiri bukan berarti mengimaninya seperti halnya Qur’an tetapi untuk mengetahui dan lebih mengenal berbagai pandangan di dunia luar, apakah sesuai dengan Islam atau tidak, dengan begitu…dia bisa tau mana yang benar dan mana yang salah……….Dengan adanya film ini, mungkin bisa membuat / mendorong umat muslim lebih serius dalam mempelajari Qur’an dan Hadist bukan hanya bisa menghafal dalam bahasa Arab tetapi lebih pada terjemahan dan tafsir. Ambil positifnya aja…jangan menghujat PBS, yang nantinya malah akan menjelekkan citra Islam itu sendiri dalam kebebasan berekspresi.
pesantrennya syekh puji,, perrrr…
euuUm akhirnyah saiia udah nunTun..
aneh FiLm baGus kayak Gitu kok malah banyak yG kRitik seh??
aPa kaRna nTu fiLm konTroversiaL,
peRcintaan antara keponakan dan pamannya??
aTau karna adegan ekstrim yG ditampilkan??
aTau jg karna ceritanya yg agak2 gimanaaaaa giTyu..
sedih deh kLo ada yg ngebanding-bandingin nie film ama ayat2 cinta
dua film ini punya kelebihan dan cerita yg beda jaUUuuuuuuuuh bnget
knapa jg pake dibanding-bandingin..
kLo ada yG kontra,
gua mO nanya aLasan nTu org konTra??
jGn nuntun awalnya ajaCh donk tp mPe abisS nuntunnya baRu bisa Coment yg bner.
Lgyan gue heran nOnton jg beLon udah menJuts abis2-an ni film mlahan dilarang lg
huh !
ayO oRg indonesia jgn pada tu2p mata tu2p telinga ama realita yg terjadi..
bahwa yg dirasaen oleh annisa itu pasti ada jg yg ngrasaen dlm dunia nyata..
Film yg baguUuus.
Film yG buat semangat dan mensyukuri klo kita dilahirin jd seorg perempuan..
Sebenernya klo aJach masyarakat Indonesia mau belajar ngebuka wawasan
Sok atuh abis nOnton diCari en dipelajari..
Bahwa sesungguhnya islam nTu gak kayak giTu,
islam tu amat sangat adil apalagi ama Perempuan
Bahwa islam nTu indah..
iTu yG mau diangkat ni Film…
kaRna wanita adalah Permata dunia yG walau ditaruh
di Lumpur sekalipun ia akan tetap berkilau..
kaRna dari rahim seOrang wanitalah akn lahir para pemimpin2 dunia..
(seperti nabi muhammad SAW)
kaRna dibawah telapak kaki seOrg wanita atau ibu yg mulia terdapat
suRga……..
CaiOoo maS hanung..
teRus bangkiT FiLm2 religi berkuaLitas kayak gini… !!!!!!!!!!!!!
dont forget untuk solat
skipper parno..skipper parno..liat sinetron aja mas biar pinter
Saudara-saudara mungkin ada yang luput dari perhatian … bahwa ada scene yang persis (atau dikatakan mirip) dengan scene kisah yesus dalam alkitab kristen. Yaitu adegan annisa dan chudori yang hendak dirajam oleh masyarakat santri dan dibela ibunya, kurang lebihnya “siapa yang merasa tidak berdosa silahkan melempar terlebih dahulu”. Persis dengan adegan di Yohanes 8:2-7 yang oleh kalangan sarjana bibel terkenal dengan sebutan “pericope adulterae”.
Yohanes 8
2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
(Terjemahan Baru, SABDA Software)
Perikop ayat ini sering digunakan rekan nasrani untuk mengejek hudud terutama masalah rajam. Mereka menganggap rajam yang disyariatkan dalam taurat telah dihapuskan dengan bukti kisah ini yang dianggap arif.
Waspadalah rekan-rekan, muatan muatan bible seperti ini digunakan untuk mengkritisi nilai nilai islam.
hua..ha..ha… yang diatasku ini lucu sekali …. kira2 sbb :
, bener2 provokator yang baru belajar.
1. Jago mengkait-kaitkan sesuatu ke agama lain, seolah2 orang ini sedang cemburu terhadap agama tsb.
2. Sepertinya seorang manusia yang sangat jago di berbagai agama. Om … lagi cari2 kebenaran ya … koq bisa-bisanya bilang ‘muatan muatan bible seperti ini digunakan untuk mengkritisi nilai nilai islam’, kalo mo belajar jangan lupa dong prinsip netral dan azas tidak bersalah .. baru enak belajarnya.
3. Kayaknya setiap ada yg bagus2 selalu dbilang islam, tapi kalo ada yg jelek2 langsung tembak yg bukan islam …. mas … egois sekali anda …. buka mata buka hati mas !!
4. Dari film yg dibikin sama orang islam sendiri koq bawa2 agama lain …. hehehe… geli aku ..
nie …. aku kasih pertanyaan satu saja mas, siapa yg lebih konsisten … kasih manusia kepada Tuhan , atau kasih Tuhan kepada manusia ??
Segini dulu deh … takut salah koment, namanya juga manusia,bisa salah, maaf ya OM … aku cuma ga bisa nahan ketawa aja ….. !! sekali lagi maaf … gak ada maksud untuk lain2 …
kapan sih di Indonesia ada kejadian orang zina di lempari batu ?? itu cuman ada di filemnya hanung.
gmn sih download novel PBS??????????????????????TOLONG BLS KE EMAILKU, THANKS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
yah gini dech!! klo anak bangsa ga punya rasa terima kasih sama para pahlawan yang dulu rela mati buat merdekain neh negara!!
dulu tuch orang2x pesantren yang berjuang melawan penjajah..
kok sekarang orang macam hanung bisa2xnya menjelekan kalangan pesantren dan membuat citra buruk tentang islam..
semoga Alloh memberikan kita semua Hidayah dan menunjukkan kebenaran
hingga kita mendapat akhir hidup yang baik…
gimana ne cara download film wanita berkalung sorban???
buat wong ndeso!!
klo Tuhan ga lebih konsisten dalam mengasihi hambanya!!
kok anda masih bisa bernafas sampai mengetik comment anda tadi
heuheuheuhuhue
@hibernate
Naaa … tu tau ….
berarti anda juga tau donk, mana yang perlu di selamatkan, Tuhan yg menyelamatkan manusia atau manusia yg menyelamatkan Tuhan … ??
sederhana kan … !!!
@skippperrrr
Di Indonesia tidak ada kejadian wanita dilempari batu karena berzina tetapi
1. di Sudan ada
2. di Pakistan ada
3. diajarkan oleh guru-guru agama di SMP-SMP walau dalam kenyataan gak pernah dipraktekkan (kemudian mereka mengeluhkan kenapa Indonesia tidak menerapkan hukum Islam)
4. dan lihat komentar abie11102
Setelah nonton film PBS, aku menilai bahwa PBS lebih berisi dari AAC, krn mengangkat n’ mengkritisi persoalan perempuan berlatarblkng interpretasi agama yg salah maupun budaya patriarky yang kental (jadi percampuran antara agama dan budaya):
1. Film ini mengangkat isu KDRT (suami yang suka mukulin istri), dimana di Indonesia fenomena KDRT semakin meningkat dan terjadi dimana-mana. KDRT dianggap hal yang biasa dan wajar secara budaya, serta interpretasi agama yang salah bahwa dalam islam…..suami di bolehkan pukul istri. Masih banyak khan suami yang berpandangan spt itu ??? Hayoooo…ngaku deh, jgn nutup mata. Para suami slalu mukul istri dgn alasan agama dan budaya khan?
2. Trus ngangkat isu Poligami….yang sbnarnya sgt di benci & tidak diterima oleh mayoritas kaum perempuan. Kalaupun ada istri yang nerima dipoligami (minoritas), itu karena terpaksa&bukan hati yang ikhlas. Faktornya karena istri byk yg t’gantung ama suami scra ekonomi, istri bertahan demi harmonisasi keluarga meski babak belur, atau ada doktrin interpretasi agama yang salah ttg poligami. Tokoh Annisa melawan hal tersebut, dengan lebih memilih utk bercerai
3. Pemaksaan hubungan seksual, kita smua juga tau khan kalo banyak kaum laki-laki (suami) yang selalu memaksa istri berhubungan seksual meski sang istri belum menghendaki, misalnya karena istri lagi capek, lagi haid, ato baru melahirkan. Tapi suami kadang menggunakan hadits” istri yang menolak melayani seksual suaminya akan dikutuk malaikat hingga fajar muncul”????? Hadits itu perlu dipertanyakan kesahihannya deh? Tokoh Annisa melakukan itu.
4. Diskriminasi pendidikan terhadap anak perempuan. Memang….sekarang ini akses terhadap pendidikan udah terbuka luas tapiiiii…..jgn salah, di kampung-kampung tuh masih banyak yang nggak ijinin anak perempuannya melanjutkan sekolah lebih tinggi karena dianggap akan kembali ke dapur juga. Lagi-lagi….Annisa melawan itu.
5. Soal kepemimpinan perempuan?? Emang di dunia ini belum pernah ada pemimpin perempuan? Banyak khan, ada Margaret Teacher, Gloria Arroyo, Benatzir Butho, bahkan di Indonesia kita pernah di pimpin perempuan. Milih pemimpin mana loe…..laki-laki tetapi korutor dan banyak menyengsarakan rakyat atau perempuan yang bersih, membawa kedamaian dan kesejateraan???? Nah…pasti loe bingung kan. Makanya jgn liat jenis kelaminnya bo !!!!!
6. Isu Gender: seandainya smua laki-laki spt Khudori, maka amanlah dunia ini, gak ada KDRT, gak ada poligami, gak ada pemaksaan hubungan seksual, dan yang paling penting, pekerjaan nyuci, masak, urus anak, gak hanya di bebankan pada istri tetapi juga menjadi tanggung jwb suami. Smua perempuan pasti pingin dapet suami kayak Khudori.
7. Soal memiliki keturunan, dalam budaya kita banyak laki-laki (suami) yang slalu nyalahin istrinya ketika si istri belum/ tidak bisa hamil. Pdhl si suami sendiri tidak mau memeriksakan dirinya. Mungkin saja si suami yang mandul? Tokoh Khudori adalah cth suami yang baik, tidak menyalahkan istri dan mau memeriksakan dirinya bersama Annisa
8. Soal istri boleh menceraikan suami. Di Indonesia hal tersebut berlaku, dimana istri boleh menggugat suami, tetapi di bbrapa negara islam, hal itu tidak di bolehkan, kecuali suami yg di bolehkan menceraikan istrinya. Nah….lhooo, kalo istri udah gak tahan, gimana??
Pokoknya salut deh, ama karya mas Hanung……….maju terus berkarya, jgn mikirin film AAC yg mungkin sukses dari segi financial, yg paling penting adalah bagaimana karya mas Hanung bisa membawa PERUBAHAN bagi masyarakat u/ hidup lebih beradab
SALUUUUT……deh!!!!! Karya terbaik mas Hanung ” Perempuan Berkalung Sorban”, membawa pesan moral untuk perubahan. Sepakat ama Clara. Dan yg paling penting, karya ini berangkat dari kisah nyata. Banyak hal serupa terjadi dalam kehidupan perempuan. SUKSES buat mas Hanung
Perempuan Berkalung Sorban lebih berkualitas dari segi isi, di banding Ayat-Ayat Cinta, yg terlalu melankolis dan pro-poligami
“Islam menempatkan laki-laki dan perempuan dalam posisi yang setara”, film PBS bukanlah film yang menafsirkan islam secara salah, melainkan ingin menunjukkan realitas kesalahan manusia dalam menafsirkan ayat-ayat Allah SWT, yg berdampak pada ketidakadilan. Tokoh Annisa adalah pejuang sesungguhnya dalam menegakkan ayat-ayat Allah SWT pada pemahaman da posisi yg benar, yaitu ISLAM sbg agama pembawa keadilan bagi umat.
Film ini sarat akan ide feminisme, padahal Allah sudah memuliakan perempuan sesuai fitrahnya. Semoga kita lebih arif didalam menempatkan ide-ide Islam dimanapun itu. Bukan Islam yang kita koreksi, tapi prilaku kitalah yang wajib kita koreksi. Wallahu’alam.
MUI mestinya tegas dalam pembahasan ni film karna sudah jelas_jalas merendahkan dan menghina pesantren, kiyai bagaimana tidak film ini menunjukkan bahwasannya ketidak berhasilan seorang kiyai mendidik putinya. padahal telah beribu-ribu santrinya telah menjadi muslimah sejati, dan yang jelas telah mengotori kebersihan dan kesucian nama pesantren. adapun sebuah kebebesan para kaum hawa selama ini. kebanyakan mereka menyalah artikan, mereka menuntuk hak permpuan sama dengan laki_laki. mungkin dalm segi pendidikan, pekerjaan, keaktifan dalam oeganisasi bisa disamakan. namun jika kebebasan waktu, bergaulm jangkauan menjelajah lika_liko dunia aplag masih singgle sangatlah berbeda. karna memang sesungguhnya antara laki-laki memang berbeda sangatlah berbeda, bahkan sangat jauh perbedaannya. dan untukmu para muslimah sejati “KITA SEBAGAI MANUSIA MEMANG LEBIH MUDAH MENERIMA FAKTA YANG SESUI DENGAI IDIOLOGI PEMIKIRAN KITA, KITA JUGA LEBIH SERING MENGUTAMAKAN RASIONAL DARIPADA IRASIONAL. TAPI KIA SEBAGAI MANUSIA YANG BERAGAMA SEHARUSNYA KITA JUGA HARUS TIDAK BENCI SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN FIKSI APALAGI ITU BERHUBUNGAN ANTARA MAHLUK DENGAN ILAHI ROOBBI. KARNA ILAHI RABBI LEBIH MENGETAHUI DARIPADA 7YANG TIDAK/ TIDAK MUNGKIN KITA KETAHUI, DAN SEMUAHUKUM JANGAN DIKAITKAN DENGAN RASIONAL ATAUPUN IRASIONAL. jikalau kamu menyakini islamjalankanlah perintah yang ada didalamnya jauihilah apayng dilarangnya. JAMGAN KEBANYAKAN TINGKAH. dan untuk lmbaga sensor film indo jangan sampai film ini diloloskan, jangan biarkan film ini beredar.
tolong saya mintak cerita novelnya dong bwat cew sya yang skak bca di laptob g skak bca di buku soalnya kurang jelas
ceritangya bagus saya sudah baca sangan menyentuh
novel ini walaupun rada2 vulgar, tapi sarat akan pesan-pesan agama.
menempatkan seorang perempuan di tempat yang mulia.
semoga dengan adanya novel ini dapat menyadarkan laki-laki yang selalu melecehkan perempuan agar mereka bertobat.
@ al mahfudz : kok sepertinya Anda kebakaran jenggot dengan adanya film ini? Kyai toh juga bukan dewa.. kyai juga seorang manusia yang tak luput dari dosa dan kesalahan…
.
Tadi malam saya tonton film ini di Youtube karena saya kebetulan tidak berada di Indonesia
. Film ini menurut saya sangat bagus, berani menyentil isu gender di kalangan islami dan kreatif dengan alur ceritanya. Mengenai desahan pada saat berhubungan suami istri sih saya rasa itu adalah upaya mas Hanung untuk membuat suasana lebih mengena..(jujur saya nangis ketika membayangkan diri saya adalah Annisa.. sepertinya masih ada Annisa lain di bumi ini).
Saya sendiri melihat jauh lebih banyak pesan2 moral daripada sisi vulgar pada film ini (bahkan menurut saya tidak vulgar sama sekali). Dan sangat inspiratif!!
1 Trackbacks and Pingbacks
[...] http://blog.nikenike.net/2005/08/15/perempuan-berkalung-sorban/ [...]
Write a Comment