Alhamdulillah El telah lulus melewati masa belajar makan Bubur Susu selama 1,5 bulan! Yess!!
Yang membuatku paling seneng karena aku enggak lagi mengaduk-aduk bubur selama 1 jam yang hasilnya hanya 1 lepek cangkir! :) ). Ini pengalaman pertama buat bubur susu sendiri, karena waktu Kiyu dulu langsung aku suapin bubur susu instan ^-^, selanjutnya kiyu trauma sendok makan.

Guruku bikin bubur susu yaitu mbak Erni, suwun yo mbak. Tepung berasnya buat sendiri, caranya beras dicuci bersih, disangrai sampai kering, diblender khusus biji-bijian (aku pinjem sama guruku, kikikiki), disaring, diblender lagi, disaring lagi, terakhir tepung disangrai kembali (biar tambah awet dan cepat matang). Tepung dapat disimpan untuk +/- 2 minggu. Aku pikir ah gampang bikin tepung beras, alamak waktu menyaring tepungnya itu lohh kok ya keluar dari saringannya luamaaaaa sekali. Tapi demi anak, aku heppi-heppi aja, dan ternyata untuk selanjutnya blendernya harus lebih lamaaa, maklum lah blender pinjeman jadi harus hati-hati karena suara blendernya kueras minta ampun sampek aku tutup pake lap tebal, lagian aku bikinnya malem jam 10 an :D .

Belum tamat usaha membuat tepung beras sendiri, aku nyoba bikin bubur susu. Airnya setengah panci kecil dengan api sedang. Ini membutuhkan mengaduk-aduk terus menerus, daan airnya cepat habis, aku tambahin bolak-bolik, rasanya masih saja seperti beras yang artinya belum matang, dalam hati “Okehhh masih sabarr berdiri sejam sambil mengaduk-aduk”. Trus telpon mbak Erni, katanya harus pake api kueciiilll sampek kayak mau mati. Okeh, besoknya aku banyakin airnya 2/3 panci kecil, dengan tepung beras cuman 1 sendok!, dan apinya kuecillll, Hasilnya aku bikin bubur ini selama 3 jam =)). Besoknya lagi, aku punya takaran yang pas yaitu air 1/4 panci kecil untuk tepung beras 1 sendok. Awalnya gak kecil-kecil amat, trus baru kalo udah mendidih dikecilin, jadi meski masaknya 1 jam, ngaduknya sesekali, sambil ngerjin yang lain.

Menu bubur susu favoritnya El: bubur susu beras merah/beras putih dicampur wortel parut kukus, brokoli, jagung manis+buncis, jagung manis+kacang ijo,. bubur susu dicampur pepaya, melon, apel kukus (kadang). Bubur susu yang dimaksud bubur beras merah/beras putih lalu dituangi susu dan sayuran, jadi susu tidak ikut dimasak, dan bubur susu ini tidak menggunakan garam dan gula, El ternyata suka juga padahal aku nyuapinnya sambil deg-deg an.

Bagaimana komentar orang-orang terdekat dengan caraku memasak bubur susu?:
Mbak Ana (Madiun): “Yohh mbak, telaten banget, masak dari tadi tu hasilnya cuma segitu? yoh yohhhh”
Ceria si adik ipar dengan cueknya: “Buat apa mbak? Tepung beras? Yoh, kok gak beli aja!”
Kang amru suami ‘pengkhianat’: “Ma, beli yang instan aja. Gak sumbut sama masaknya”. Meski suamiku tercintah kali ini tidak sepaham, aku MAJU TERUS PANTANG MUNDUR!!! :D :D .
Kiyu anakku ketika melihat komporku: “Apinya kelap kelip!”. Haha, karenanya aku beri nama bubur ini Bubur Susu Api Kelap-Kelip :) .

InsyaAllah kalo kapan-kapan masih diinjinkan punya adeknya El, aku akan tetap menggunakan resep ini ;) .