Museum ini berlokasi di Sidoarjo, ini kunjungan pertama ke museum sebelum Museum AAL & Planetarium. Kalo gak bareng Kiyu dan KlubSinau mungkin aku gak akan mendarat di museum ini, hihi. Aku pikir cuma fosil-fosil sama benda-benda lampau aja, ternyata ada yang lebih menarik di lantai 2, yaitu kumpulan percobaan-percobaan sains yang dikemas dengan menarik seperti permainan, serta lukisan-lukisan.

Waktu itu yang dateng 3, Kiyu, Pandu, sama Nadia, bersama keluarga masing-masing. Teman-teman lain yang gak ikut lagi gak fit. Di lantai bawah, Kiyu mengeksplorasi meriam, miniatur kapal laut, andong, dan karapan sapi. Sebenarnya di depan pintu masuk ada fosilnya paus, tapi Kiyu kurang tertarik karena dia lagi nervous ketemu orang baru yaitu Pandu bersama mama dan papanya, hihi. Tapi untunglah selanjutnya Kiyu mulai agak cair karena lihat barang-barang baru di museum., apalagi di lantai 2. Mbak Maria (mamanya Pandu) menyarankan mencoba kaca seribu. Yang dimaksudĀ adalah 2 kaca yang di letakkan berhadapan, dan pengunjung bisa ngaca diantara 2 kaca ini. Karena direfleksi berkali-kali maka gambar kita di kaca jadi banyak, Kiyu bilang, “iyu jadi kereta!”, maksudnya gambarnya seperti anak-anak yang sama dengan dirinya berderet seperti gerbong kereta api, haha.
Percobaan lain yang menarik bagi kiyu, yaitu setir yang dihubungkan dengan putaran kipas angin. Aku nanya,
“Loo kok bisa muter tu kipas anginnya?”.
“Ini setirlnya diputerl kiyu”.
“Coba stop!”
“Kipasnya berlhenti..”.
Kalo di bagian lukisan, Kiyu kurang suka meskipun ada patung-patung reog kesukaannya, yaaa… karena dia lagi seneng mainan di sains ituh. Buat yang tinggal di Sidoarjo dan sekitarnya, museum ini nyaman banget untuk dikunjungi bersama keluarga, apalagi di pendopo dekat pintu masuknya asrii banget, sampek ayahnya anak2 tiduran (kecuali bapaknya kiyu, tidurnya di rumah, haha alias nggak itut).
Write a Comment