Melanjutkan tulisan tentang El yang peka dengan suara, di umurnya yang hampir satu tahun ini El semakin menunjukkan kepekaannya dengan suara khususnya musik. Misalnya saja ketika lagi duduk-duduk di bawah meja kerja Bapaknya (agaknya ini jadi rumah kecilnya El) lalu terdengar suara backsound Metro TV pertanda back from iklan, El buru-buru merangkak keluar kamar segera nonton TV. Segera setelah suara musik yang cuman 30 detik itu habis, El kembali main lagi.

Yang lebih lucu dan menggemaskan, El punya gaya menari sendiri gak niru siapapun dan gerakannya itu lho bisa pas dengan musiknya. Kalo musiknya slow goyangin tanggannya sambil duduk. Kalo musiknya ngebeat langsung berdiri pegangan meja komputer sambil memukul-mukulkan kakinya. Trus bergantian goyang-goyang kepala, gerak-gerakin tangan, lalu kakinya. Kadang ngepasin gaya, berdiri gak pas, trus duduk, trus berdiri lagi ^-^.
Saat terpikir ingin menulis tentang ini, aku sedang nonton acara Kick Andy seri Tunas-Tunas Harapan Bangsa. Menurut psikolognya, bakat anak paling mudah dilihat dari garis keturunannya. Misalnya anak yang pintar main hola hop dengan aneka gaya dan variasi diameter hola hop yang mencapai 2 meter itu, berasal dari rumpun ayah ibu yang cerdas kinestetik, ayahnya bisa taekwondo, ibunya penari. Kalo mikir El yang penikmat musik itu, aku jadi mereka-reka rumpun kami (aku dan suami) orang teknik khususnya IT, gak ada seni-seninya, meskipun kata Wordpress code is poetry ha ha. Tapi aku jadi ingat suamiku ini juga punya kepekaan yang bagus pada musik meskipun tidak dieksplore, bisa main musik dan pinter… joget! hihihih yang kenal suamiku pasti ketawa. Lo ini nyeritain El apa ngerasani suami ya?
Ah hanya deteksi bakat anak di umurnya yang sangat dini. Belum tentu juga bakat El yang menonjol adalah musik. Oh ya mengenai musik, ada berbagai pendapat ulama yang membolehkan dan tidak membolehkan bermusik . Lalu pertanyaannya apakah akan memberikan enrichment di bidang musik jika memang El berbakat atau membatasi dengan alasan khawatir kita sebagai orangtuanya salah memberi bimbingan yang mengarah ke syubhat dan menyebabkan anak akan terjerembab ke dalam kebathilan?. Kalo sekarang pilihanku ingin seperti yang pernah dilakukan almarhum Gus Dur, yang kata putrinya, “Bapak tidak pernah berkata tidak boleh atau jangan, bapak selalu bilang kalo belok kanan itu nanti begini-begini, kalo belok kiri itu nanti begini-begini. Kamu tahu mana jalan yang baik bagi kamu”. Hmm sounds good, tapi praktiknya rada susah. Let’s learn!.
Halo teman-teman kajianku dulu, apa kabar?, apakah terpikir hal yang sama?.
2 Comments
Terharuuuu … huhuhuhu. Kiyu pinter banget siiihhh, trs jadi kakak yg baek ya nak
Iya tante….
**Gak salah comment ta?? Di tulisan ini kan yang dibahas El ^-^. Kayaknya mo comment di tulisan “Tak ada cemburu dalam doa kak Kiyu” .. ??
Write a Comment