Tupperware Party Menghias Es Krim

Tupperware I love you!. Terlepas dari usahaku memasarkan produk tupperware. Memang patut diakui produknya memang ok banget, dan membuat ketagihan ingin membeli dan membeli terus. Tapi, gak seru rasanya kalo mendapatkan produk Tupperware tanpa usaha melalui prestasi keberhasilan menjual produk ini. Karena memang kesempatan untuk itu ada di proses menjalankan bisnis tupperware. Jadi tidak mendidik konsumtif kan.

Nah, aku coba mengadakan tupperware party. Karena aku cinta anak-anak, maka acaranya disertai menghias es krim untuk anak-anak. Jadi orang tuanya dapat pengalaman tahu produk tupperware yang berkualitas dan tepat guna, anak-anaknya juga dapat pengalaman berkreasi sesukanya.

Tapi sayang sekali, karena aku kurang sip bersosialisi dengan tetanggaku karena rumah kontrakanku yang depan sampingnya masih jarang ditempati dan jaraknya berjauhan, maka yang datang kurang optimal. It’s OK, jadi masukan untuk selanjutnya.

Inilah dokumentasi tuppy partyku. Itu ada produk chopper (berwarna merah) yang sempat digunakan saat menghancurkan oreo untuk topping es krim. Hadiah untuk aku si Nyonya Rumah, Pocket Freezer Mate!. Whoaaa, pas produk impianku. Thanks Tupperware.

Tupperware party menghias es krim

Mau jadi nyonya rumah juga, kontak aku ya.

Bubur Susu Api Kelap-Kelip

Alhamdulillah El telah lulus melewati masa belajar makan Bubur Susu selama 1,5 bulan! Yess!!
Yang membuatku paling seneng karena aku enggak lagi mengaduk-aduk bubur selama 1 jam yang hasilnya hanya 1 lepek cangkir! :) ). Ini pengalaman pertama buat bubur susu sendiri, karena waktu Kiyu dulu langsung aku suapin bubur susu instan ^-^, selanjutnya kiyu trauma sendok makan.

Guruku bikin bubur susu yaitu mbak Erni, suwun yo mbak. Tepung berasnya buat sendiri, caranya beras dicuci bersih, disangrai sampai kering, diblender khusus biji-bijian (aku pinjem sama guruku, kikikiki), disaring, diblender lagi, disaring lagi, terakhir tepung disangrai kembali (biar tambah awet dan cepat matang). Tepung dapat disimpan untuk +/- 2 minggu. Aku pikir ah gampang bikin tepung beras, alamak waktu menyaring tepungnya itu lohh kok ya keluar dari saringannya luamaaaaa sekali. Tapi demi anak, aku heppi-heppi aja, dan ternyata untuk selanjutnya blendernya harus lebih lamaaa, maklum lah blender pinjeman jadi harus hati-hati karena suara blendernya kueras minta ampun sampek aku tutup pake lap tebal, lagian aku bikinnya malem jam 10 an :D .

Belum tamat usaha membuat tepung beras sendiri, aku nyoba bikin bubur susu. Read more

Mengasah kepekaan sang Mama

Agaknya aku mulai tertarik dengan model pembelajaran child-led learning/unschooling. Belum banyak baca si tepatnya seperti apa, hanya tahu secara umum. Yang penting learn by doing, daripada bingung dan kebanyakan baca teorinya kan gak pernah akan ada valuenya. Pas bicara sama suami, kami sepakat untuk tidak terlalu banyak mendikte atau menyuapi anak dalam proses pembelajaran, biar dia lebih bebas berpikir dan memilih. Karena sebelumnya baik aku sama suami kadang kurang sabar ngasih tahu ke anak kalo seharusnya x tuh gini loohh. Atau aku tidak sengaja memangkas keingintahuan anak seperti ketika dia mo nyendok pake sendok sayur yang besar buat nyendok teh di gelasnya, aku bilang, “pakai sendok yang kecil aja, ini kebesaran gak bisa masuk ke gelas”. Alasanku, kasian yang nyuci. Kenapa waktu itu gak aku biarin aja dia masukin sendok yang kebesaran itu?? Betul kan?.

Nah ini dia proses transformasi menuju child-led learning :)

Berbaris-baris

Aku gak pernah dengan sengaja mencontohkan untuk menata barang-barang sampai rapi berbaris-baris. Satu hari dia aku ajak maen ke playground yang ada di mall-mall. Biasanya dia seneng bukan maen, tapi waktu itu gak mood maenan, gak kayak temennya yang sibuk lompat sana lompat sini, naek mobil-mobilan, prosotan, dll. Aku sama tantenya rada bingung, trus mereka-reka apa karna dia akhir2 ini kurang maen keluar rumah ya.. kok jadi canggung gitu. Yang bikin geli, abis temen2nya naek kuda2an/kijang2an, dia yang nata maenannya, dibuat baris berbaris, klklklk kok mau-maunya kamu nak. Abis itu di rumah semua barang-barang dijejer-jejer, mulai dari sandal, mobil2an, sampai bapak sama pakdenya diatur disuruh baris :) ). Dan gambar di bawah ni dia lagi nata mainan bulan sabitnya.

kiyu_berjejer

Aku gak ikut ngatur2… cuman nanya kiyu bikin apa ni? Bilangnya ular, kadang kereta api. Akhirnya aku manfaatin nyontohin ordering dari kecil ke besar, atau mengkategorikan dengan menata warna yang sama… Read more

Selamat datang, El

el_kelahiranNamanya Qadr El-Razzaaq Amru. Dipanggil El :) .
Lahirnya tepat di hari ulang tahun kakaknya (19 Januari) yang ke 2 tahun. Dibantu sama bidan di rumah sakit Siti Khodijah, Sepanjang Sidoarjo.

Bukan hanya tanggal lahirnya aja yang sama, tapi mulai kontraksinya juga sama, sekitar jam 5 pagi.
Kalo kiyu jam 11 baru lahir, El jam 9 udah meluncur ke dunia :) , ya iyalah.. jalannya lebih mulus :D .

Berikut beberapa potongan cerita yang ingin aku dokumentasikan:
Kiyu… mo ada yang lain, nak..
Ketika bangun tidur dan tersadar mulai kontraksi, aku melihat kiyu dengan sedihnya. Bahkan tepat di hari ulang tahunnya, seharusnya dia yang jadi teristimewa, eh ini dikasih kado yang akan membagi kasih sayang yang akan ia dapat. Yah, aku masih bergulat dengan perasaanku sendiri yang agak gak siap berbagi antara kiyu dengan adiknya.Jadi… ketika aku sama suami mo ninggalin rumah, aku sediiihh banget liat wajah kiyu (waktu itu digendong pak de nya) yang memandangku penuh tanya (mama mau ke mana sii, gitu kira-kira).

Ma…, aku mo lahiran!”
Ini orang kedua yang bikin aku melo abisss!. Hamil kedua aku diomel-omelin mama, aku bebal katanya… Read more

My first freelance

Sebenernya berbulan-bulan sebelumnya aku mo bisnis, udah direncanain mateng-mateng eh terbentur modal, maka aku putusin gak langsung lompat ke kuadran pebisnis, tapi jadi employee yang bebas nentuin waktu dulu, yaitu FREELANCE!. Untuk bisnisnya kapan-kapan dulu aja, bcos ntar juga mo keluar adeknya kiyu. Untuk freelance ini aku nyoba freelance yang tersedia di dunia maya. Setelah cari-cari situs penyedia freelance, ujung-ujungnya aku cocok di scriptlance. Padahal duluuu udah pernah register tapi gak pernah nyoba nge-bid.

Awalnya aku pengen yang gampang-gampang aja such as data entry n writing. Eh ternyata yang namanya writing gak cucok sama kualifikasiku habisnya tawaran projectnya mesti “good in English structur and grammar!”, bla bla bla. Yo mesti lah!, yo wes aku mundur di writing. Untuk data entry hanya 30% yang cocok dari setiap tawaran project, biasalah alasan idealisme, kikiki lah orang disuruh bikin 1000 account di imel tertentu, ato cuman buat ngeramein forum, yee!. Akhirnya aku melirik kategori .NET, VB, Hanheld, sama Flash. Coba-coba nge-bid project yang gampang, sambil komunikasi intens sama buyernya, eh dapet imel “You won bid!!”. Hore!!!! akhirnya aku ke coding juga….!

Kang mas ku ni gak percaya kalo aku menangin bid. Karna ini project pertama dan nentuin reputasiku ntar (soalnya di akhir project ada review kepuasan hasil kerja dari buyernya), maka 2 hari 2 malem terhitung sejak sehari sebelum menang bid, aku gak bisa tidur… trus ngemong kiyu sambil ngantuk dan mikir coding. Read more