El Bisa Menempel Juga Lho!

Aktifitas motorik halus yang paling disuka Kiyu menempel & menyambung pakai selotip. Adiknya jadi tertarik menempel juga. Menempel selotip cukup sulit lho untuk pertama kalinya, ketika berhasil menempel terlihat surprise di bola mata El yang membesar, lalu tepuk tangan, “Hoyeeeeeee”.

Ini salah satu aktifitas menempel El, lalu kak Kiyu semangat mendandani adiknya jadi muka stiker haha. Lihatlah betapa bangganya El didandani kak Kiyu kayak gini :D

el_menempel

El Ketagihan Buku

14 bulan yang lalu sejak kelahirannya, aku gak pernah memberi cerita sebelum tidur. Alasannya karena El tidak suka berisik, jadi kalo mo bobok harus dalam suasana yang tenang dan sepi, hmm denger suaraku sedikit saja sudah bikin dia bernyanyi menangis-nangis :D . Nah, suatu malam aku coba aja ngajak El ke ritualnya Kiyu, membacakan cerita sebelum bobok. Wah, ternyata El menikmati lho. Besoknya dan besoknya lagi sampai sekarang El yang aktif ambil buku minta cerita, malahan kadang ikutan cerita tentunya dengan satu dua kata sesuai kapasitasnya, good :) .

Gak percaya?. Ini ni foto El yang jatuh cinta pada buku, sampai guling-guling di buku, weekkekeke *kidding

el_cintabuku

El, Bicara Dengan Bahasa Tubuh

El saat ini umur 16 bulan. Kecepatan berbicaranya di umur ini hampir sama dengan Kiyu. Maksudnya tidak banyak kosa kata yang diucapkan :D . El bisa dengan jelas memanggil Mama, Bapak, Maem. Lainnya bobok, pupu (kupu-kupu), aba (laba-laba), dutup (tutup), atu, tek (trek), adi (lagi), dan bernyanyi auuuuuwaaaa, go go go go (go die go go), mungkin masih ada yang lain tapi saat ngetik ini aku rada lupa. Sedangkan ponakanku yang cewek umur 16 bulan katanya sudah bisa berbicara satu kalimat dengan 3 kata!. Kata suami karena lingkungannya cerewet-cerewet dengan intonasi yang tegas dan yang ngajak bicara orang sekampung :D .

Anak kedua aku gak gelisah, beda dengan Kiyu dulu. Di umur 20 bulan, kok kosa kata yang diucapkan duikit men, padahal tiap saat aku ajak bicara mulu apalagi ekspresinya Kiyu cuek kayak gak merhatikan ucapanku :( . Kata mbak Erni, Kiyu bingung Nike paling batinnya “Mama ngomong apa aja sii.. enak maen ini”, hehe. Toh sekarang Kiyu ngomonggg aja, kadang capek juga kudu nanggepi terus.

Oh ya, meskipun El sedikit yang diverbalkan. Tapi dia cukup mengerti kalo kami bilang:
- “Tolong buang ke tempat sampah ya..” atau “Tolong bajunya taruh di tempat cucian ya..”. El membawanya menuju ke tempat yang saya maksud.
- “Adik mau bobok di mana, kamar depan apa kamarnya tante?”. Langsung bergerak menuju kamar yang dimaksud.
- “Kalo mau ikut ambil sepatunya”. El langsung ke rak sepatu ambil sepatu.
- “Tolong berdiri dan lompat-lompat….”.
- “Mandi yuk, lepas celananya”. Eh ni anak udah bisa nurunin celana, haha.
dan lain lain.

Mama Nike, El, Kiyu

Kadang aku coba si seperti pengalaman mbak Maria di bukunya “Anakku Tidak (Mau) Sekolah”, gak nurutin maunya sampai anaknya tergerak mau ngomong. Tapi sepertinya saat ini anaknya agak tersiksa ^-^. Ya sudah gak papa. Mungkin yang membuat aku gak gelisah, karena El cukup komunikatif dengan mengekspresikan kalau dia mengerti melalui bahasa tubuh.

So, terlambat bicara bukan berarti tidak jenius. Hihii, tak perlulah terpancing emosi balapan cepet-cepetan ngomong dengan bayi lainnya.

Bermain Terus, Don’t Worry Be Happy Mama

Di satu pagi tepat setelah aku bekerja keras memandikan dan memakaikan baju 2 anak yang berlarian terus, hujan turun. Kiyu memandangi tetesan hujan dengan wajah tergiur ingin merasakan badannya satu persatu terkena tetesan air hujan. Badannya mulai mendekat ke air hujan sembari melirikku nakal. “Hff, Kak Kiyu kan baru saja mandi ya. Jangan hujan-hujanan dulu ya. Boleh si, tapi ntar habis hujan-hujanan mandi sendiri ya, mama capek mandiin lagi, mama laper mo makan dulu”, ucapku. Lalu terjadilah debat kata dan debat fisik, hehe.

Sore hari, Kiyu siap-siap mandi. Seperti biasa dia mengambil 2 mainan untuk teman mandi, tiba-tiba hujan turun. Horeeey!. “Kaaak, hujan ni, ayokkk hujan-hujanan!. Heran, Kiyu gak mau. Aku coba goda dia, aku angkat ke luar halaman, tapi anaknya tetep gak mau, geyel mau mandi sambil mengapung-ngapungkan mainannya di bak, padahal ini rutinitas tiap mandi!.

Hmm rupanya semenarik apapun tawaran orang tua, kalo anaknya lagi pengen yang lain ya tetep aja gak mau. Pantesan tawaran unit study ku sering ditolak Kiyu padahal jelas-jelas materi yang dia suka.

Ada cerita lain yang seringkali kami temui di keseharian Kiyu yang kurang bisa bergerak cepat. Contoh ketika kami buru-buru pulang dari tempat cuci mobil karna tidak betah kepanasan, Kiyu tidak menggubris kami sama sekali, malah sebelum naik mobil berhenti sejenak seperti melamun (nohh bikin geregetan kan) lalu bertanya, “Ma kenapa atapnya pom bensin kok warnanya merah dan putih?”.

O ow, rupanya sediam-diamnya anak, bukanlah melamun, otak mereka super, bukan melamun Ma, tapi berpikir!. Emang Mama :p

Aku yang kadang-kadang lupa garis-garis haluan mendidik anak yang gak boleh melampiaskan emosi negatif, gak boleh maksa, gak boleh sering melarang, dan bingung lihat anak yang seharian sibuk dengan mainannyaaaa aja, kini nyoba melebur kembali ke dunia mereka.

Asyiknya Bermain

Suatu siang Kiyu aku ajak bikin gelembung, tapi dia gak minat padahal hari sebelumnya ingin banget, yang terlihat menarik baginya yang ada di depan mata ketika itu. Sepeda!. Ya, Kiyu lagi seneng-senengnya bisa bersepeda mengayuh dengan kedua kakinya secara bergantian (biasanya yang menekan cuma kaki kanan). Mending kalo sore, la siang bolong teriknya Surabaya. Coba ah, ok deh aku turuti dengan syarat, “Ya deh bersepeda, tapi Mama gak ngikuti ya, karena ini siang Mama gak betah panas, Mama tungguin duduk di depan pagar, kamu bersepeda aja tapi jangan belok terlalu jauh biar bisa dilihat Mama”. Kiyu setuju. Tapi biasalah, bukan Kiyu kalo cuma bersepeda, ya mampir-mampir dalam waktu yang tidak sebentar. Ambil daun, kayu, batu, main daun putri malu. Apalagi adiknya ikut-ikut. Naaa ternyata Mamanya akhirnya juga ikut-ikut :D . Foila! Read more

Ulang Tahun Yang Sama Pertama Kalinya

Sayang banget kalo dilewatkan. Inilah pertama kalinya Kiyu dirayakan ulang tahunnya plus ortunya merasakan senangnya melihat 2 anak ultah bareng tanggal 19 Januari :D . Ulang tahun dirayakan di Gambirono, Jember, kampung halamanku. Kue tartnya pesan di dekat rumahku yang ada di desa. Sebenarnya gak muluk-muluk pesan tartnya, untuk El temanya kucing terserah bentuknya apa, untuk Kiyu temanya kalo gak kereta Thomas, Buaya, atau SpongeBob sebisa yang buat tart. Tapi gitu aja si pembuat tart mengeluh kesulitan dan bilang sama sodaraku, “aduuhhh aneh-aneh aja  pesenan anaknya Pak Tris itu”, hihi emang temanku Yulia atau mbak Maria yang jago decorate cake!. Tapi hasilnya bagus kok, karena aku gak bisa membuat sebagus itu ^_^.

kiyu_ultah

Tidak kusangka Kiyu cukup senang dengan seremonial ultah. Read more