Jam 06.00, aku bangunin Kiyu:
Mama: “Kiyu, bangun yuk, mau sekolah?”. Kiyu melek, lalu:
Kiyu:”Ihyaa”. Trus aku ngerjain Kiyu:
Mama: “Gak usah sekolah yaaaa”.
Kiyu:”Uhhhh. Sekolah!”.
Adegan ini terjadi ketika Kiyu telah menjalani trial sekolah tingkat playgroup selama 4 bulan. Nah, karena itulah kami memutuskan Kiyu meneruskan sekolahnya jadi Kiyu tidak lagi Home Education. Whahahah, sederhana sekali ya alasannya!. Mungkin ini akan menjadi rumit jika terjadi ketika Kiyu telah menjalani 3 tahun Sekolah Dasar!. Sekolah formal atau tidak? :p
Tapi kami tetap melakukan pendampingan belajar tanpa batas, yang sebelumnya saya pribadi menggunakan istilah semi homeschooling, sekarang disesuaikan dengan kesepakatan praktisi HE, agar tidak rancu digunakan istilah Afterschool. Jadi itulah alasan ada penambahan kategori Afterschool Education di blogku.
Selanjutnya gak HE lagi ni?. Kalo saya pribadi yang tentunya dapat porsi waktu lebih untuk mendampingi anak-anak, terus belajar dengan cara yang terbaik mendampingi anak-anak, mengenalkan HE dan bergaul dengan teman-teman HE, sampai anak-anak sendiri yang mengajukan diri untuk Home Education. Kalo anak-anak gak minat HE?, saya tetap akan setia mendampingi anak-anak belajar. Hihihi kayak ibu yang “anak-anaken” (baca: kebalikan mbok-mboken) ya?. Bukan begitu, tetap nyambung dengan obrolan dan kehausan belajar anak itu wajib bagi kami.
Jam 10 pagi, Kiyu ngajak ke luar rumah mau bersepeda, trus Kiyu nanya:
Q: “Ma, sekarang Mataharinya di sebelah mana?”
Mama: “Itu mulai ke atas”.
Q:”Matahari kok geser-geser terus ya??”.

Nah, karena kami sudah punya globe, maka Bapaknya ngasih tahu kalo yang bergeser itu sebenarnya bumi bukan matahari. Lalu ditunjukkan bagaimana Matahari (menggunakan senter) menyinari bumi yang berputar sehingga matahari terlihat bergeser. Malemnya aku ajak Kiyu bermain globe lagi, aku coba tempeli globenya pake gambar manusia tulang dari kardus susu Boneto. Permintaan Kiyu satu tinggal di Rusia, satu tinggal di Amerika, nah kebetulan posisinya bersebrangan, jadi proses bergantinya siang dan malam jadi lebih jelas. Maksud ane menjelaskan jawaban dari pertanyaan matahari yang bergeser, eh Kiyu dan adiknya jadi asik mainan lampu. Kiyu menjelaskan ke adiknya: “Coba lampu kamar ini dimatikan, kamar satunya dinyalakan. Naaa bayangannya jadi seperti ini. Sekarang lampunya dimatikan semua, coba senter ini tak nyalain bayangannya sebelah mana hayo..”. Hahahha jadi belajar bayangan deh.
Tapi besoknya, pas lagi mainan, tiba-tiba Kiyu membuat kesimpulan seperti ini: “Ma, di sini siang. Sekarang di Madiun brarti malam ya Ma?”. Hihihi, rupanya meski semalem terlihat tidak memperhatikan malah main bayangan, rupanya Kiyu cukup mengerti, Read more
“Ma, liaten ini Ma”, heheh ini kalimat yang semakin sering aku dengar akhir-akhir ini. Ada aja yang ditunjukkan, misalnya badannya diikat dengan pengukur baju (meteran baju) ke penyangga LCD, “Aku bisa diangkat ni!”. Kadang saat pegang karet gelang, diputer-puter sampai talinya menyilang, dengan percaya dirinya Kiyu ngasih tahu step-by-step cara membuatnya, “Mama bisa gak bikin ini?. Ginii, ginii, diputer, dimasukkan tangan, jadi deh, ayo mama coba”. Saking seringnya menunjukkan idenya, aku sampai gak ngerasa kalo Kiyu udah bisa membuat tali mati dengan caranya sendiri. Woo hebat!.
Oh ya, ketika membuat clay, Kiyu pengeeeen sekali membuat clay Tricheratops. Tapi karena menurutnya susah, tiba-tiba sambil mengacungkan jari telunjuk di pelipisnya (ciri khas orang dapet ide
), Kiyu bilang, “Oh ya aku punya ide!”. Apa coba, patung Tricheratopsnya ditutupi clay, kekekee, trus difotolah hasil karya-karyanya diantaranya, tryceratopsnya tadi, robot, dan apa itu ya??.
Episode banyak ide ini menyenangkan sekali, tapi ada saat yang cukup mengujiku terutama saat ngantuk berat, lagi buru-buru, atau saat bicara dengan orang baik itu telp/sms/chatting terutama saat transaksi online shopku. Weeeee, okeh harus tetap konsisten mengajari dan memberi penghargaan ke anak.
Teruskan nak, orang banyak ide gak akan mati gaya
.
Sepulang dari jalan-jalan sore, Kiyu bilang ke mbak Sur sambil mengangkat satu kakinya:
“Aduh, Mbak Sur kelopakku kena lumpur nii… Aduh aduh..”.
Spontan kami berpandangan sambil mikir. Daaann, hahahhaha ingatlah aku, trus aku nanya:
“Mana yang kena lumpur, ini?”
“Iya”
“Ooo ini namanya telapak kaki. Kalo kelopak kan yang melindungi mata”. Hihihi, semalem kami memang cerita tentang kelopak mata, rupanya terngiang-ngiang sampai tertukar dengan telapak kaki
.
Ada cerita lagi seputar tukar-menukar kosa kata. Pas lagi asik main mobil-mobilan, aku ngajak Kiyu,
“Kiyu, ikut mama yuk ambil sarung di penjahit”.
Kiyu kaget, trus nanya:
“Haaa? Ambil sarung di penjara?!!!!”.
“Klklklk, bukan di penjara tapi di penjahit. Penjahit itu orang yang menjahit sarung.”.
Unit study kali ini menyenangkan, karena aku tidak perlu menyusunnya cukup dari cerita dan keingintahuan Kiyu. Oh ya ini bermula ketika Kiyu pulang dari bermain di rumah Pandu. Mungkin Pandu waktu itu begitu detil cerita sambil bermain Dinosaurus. Jadi di rumah Kiyu cerita Dino lagi dan perlahan Kiyu jadi belajar banyak tentang Dinosaurus, begitu juga Mamanya yang sebelumnya tidak tahu banyak tentang hewan purba ini. Berikut resume unit study Dinosaurus ala Kiyu:
Penamaan
Awalnya nama-nama Dino itu terdengar susah, jadi Kiyu dengan kreatifnya membuat nama sendiri. Dengan merujuk ensiklopedia Dinosaurus, dia memberi nama hewan-hewan purba itu dengan nama: “Ini Dino Q, ini Dino L, ini Dino….. Amru, ini Dino….. Nike”. Wooo bagi kami ini hebat, karena Kiyu tidak terbiasa memanggil nama kami orang tuanya diikuti dengan namanya, cukup dengan Bapak dan Mama saja. Jadi kenapa Kiyu tidak memberi nama Dino Bapak atau Dino Mama saja?. Rupanya Kiyu sudah mengerti pola pemberian variabel seperti halnya 2x, 2y, 2z.
Science
* Nama dan ciri Dinosaurus
Kiyu mengajak bermain peran Dinosaurus aku pun disuruhnya menggunakan ekor tali rafia dan berjalan ala Dino. Awalnya Kiyu menggunakan nama Dino buatannya. Tapi karena diulang-ulang dan aku menggunakan nama aslinya maka Kiyu dengan sendirinya hafal nama Dinosaurus kesukaannya dan ciri-cirinya bentuk tubuh, gigi, ekor, leher, jumlah kaki.
* Makanan Dinosaurus berdasarkan bentuk giginya, pemakan daging atau pemakan tumbuhan.
* Profesi Paleonthologist dan apa itu fossil
* Pengenalan bentuk tulang secara umum
Story
* Cerita dari buku tentang cara Allosaurus mencari makan, bahkan endingnya memakan temannya sendiri karena binatang buruannya habis.
* Nonton film Dino, aku lupa judulnya dan lagi nontonnya cuma 20 menit, tapi film kartun pernah ada di serial kartun School Bus dan Timothy.
* Bagaimana Dino bisa punah?.
Math
* Math: Perbandingan ukuran
Di buku, Allosaurus tingginya 9 meter, jadi satuan meter diwakili oleh 1 lego.
Read more
Recent Comments