Ide-Ide Kiyu Bermunculan

“Ma, liaten ini Ma”, heheh ini kalimat yang semakin sering aku dengar akhir-akhir ini. Ada aja yang ditunjukkan, misalnya badannya diikat dengan pengukur baju (meteran baju) ke penyangga LCD, “Aku bisa diangkat ni!”. Kadang saat pegang karet gelang, diputer-puter sampai talinya menyilang, dengan percaya dirinya Kiyu ngasih tahu step-by-step cara membuatnya, “Mama bisa gak bikin ini?. Ginii, ginii, diputer, dimasukkan tangan, jadi deh, ayo mama coba”. Saking seringnya menunjukkan idenya, aku sampai gak ngerasa kalo Kiyu udah bisa membuat tali mati dengan caranya sendiri. Woo hebat!.

Oh ya, ketika membuat clay, Kiyu pengeeeen sekali membuat clay Tricheratops. Tapi karena menurutnya susah, tiba-tiba sambil mengacungkan jari telunjuk di pelipisnya (ciri khas orang dapet ide :D ), Kiyu bilang, “Oh ya aku punya ide!”. Apa coba, patung Tricheratopsnya ditutupi clay, kekekee, trus difotolah hasil karya-karyanya diantaranya, tryceratopsnya tadi, robot, dan apa itu ya??.

kiyu_banyakIde

Episode banyak ide ini menyenangkan sekali, tapi ada saat yang cukup mengujiku terutama saat ngantuk berat, lagi buru-buru, atau saat bicara dengan orang baik itu telp/sms/chatting terutama saat transaksi online shopku. Weeeee, okeh harus tetap konsisten mengajari dan memberi penghargaan ke anak.

Teruskan nak, orang banyak ide gak akan mati gaya ;) .

El Bisa Menempel Juga Lho!

Aktifitas motorik halus yang paling disuka Kiyu menempel & menyambung pakai selotip. Adiknya jadi tertarik menempel juga. Menempel selotip cukup sulit lho untuk pertama kalinya, ketika berhasil menempel terlihat surprise di bola mata El yang membesar, lalu tepuk tangan, “Hoyeeeeeee”.

Ini salah satu aktifitas menempel El, lalu kak Kiyu semangat mendandani adiknya jadi muka stiker haha. Lihatlah betapa bangganya El didandani kak Kiyu kayak gini :D

el_menempel

Kalo Enggak Gimana

Kiyu beberapa minggu ini sering bertanya, “Kalo enggak ada hujan gimana jadinya”, “Kalo pos satpamnya gak dirobohin gimana jadinya?”, dst. Pokoknya setiap kalimatku negasinya selalu ditanyakan. Bahkan ketika aku menjelaskan hadiah yang aku beli dibungkus pakai kertas kado supaya terlihat menarik dan membuat senang si penerima, Kiyu tetap tanya, “Kalo gak dibungkus kado gimana jadinya?”. Akhirnya aku balik tanya, “Jadinya gimana hayo?!”.

Seingatku duluuu aku pernah berkata, “Ini dibuat begini supaya begitu kalo tidak begini jadinya bla bla bla”. Memang anak-anak itu peniru yang baik, bahkan kalimatku yang tidak baku dan sering terbolak-balik juga dicopy habis-habisan oleh Kiyu :|

Dengan terus-terusan bertanya negasinya, Kiyu dengan sendirinya tahu pola hubungan sebab akibat dengan jelas. Jadi ketika adiknya dengan bebas bereksplorasi di tempat duduk besar di blok ke 4 dari rumah kami, Kiyu menasehati adiknya, “Dek hati-hati lho, ini kan licin bekasnya air hujan. Kalo gak hati-hati nanti jatuh lho!”. Hehe, good!. Ini codenya:

function mainLompatlompatan():void {
_arenaBermain = "lantainya licin bekas air hujan";


if (hati-hati lompatnya) then {
println("kamu selamat");
} else {
println("kamu jatuh");
}
}

Selanjutnya jadi lebih mudah jelasin hal baru dan proses ngenalin tanggungjawab :) .

Bermain Terus, Don’t Worry Be Happy Mama

Di satu pagi tepat setelah aku bekerja keras memandikan dan memakaikan baju 2 anak yang berlarian terus, hujan turun. Kiyu memandangi tetesan hujan dengan wajah tergiur ingin merasakan badannya satu persatu terkena tetesan air hujan. Badannya mulai mendekat ke air hujan sembari melirikku nakal. “Hff, Kak Kiyu kan baru saja mandi ya. Jangan hujan-hujanan dulu ya. Boleh si, tapi ntar habis hujan-hujanan mandi sendiri ya, mama capek mandiin lagi, mama laper mo makan dulu”, ucapku. Lalu terjadilah debat kata dan debat fisik, hehe.

Sore hari, Kiyu siap-siap mandi. Seperti biasa dia mengambil 2 mainan untuk teman mandi, tiba-tiba hujan turun. Horeeey!. “Kaaak, hujan ni, ayokkk hujan-hujanan!. Heran, Kiyu gak mau. Aku coba goda dia, aku angkat ke luar halaman, tapi anaknya tetep gak mau, geyel mau mandi sambil mengapung-ngapungkan mainannya di bak, padahal ini rutinitas tiap mandi!.

Hmm rupanya semenarik apapun tawaran orang tua, kalo anaknya lagi pengen yang lain ya tetep aja gak mau. Pantesan tawaran unit study ku sering ditolak Kiyu padahal jelas-jelas materi yang dia suka.

Ada cerita lain yang seringkali kami temui di keseharian Kiyu yang kurang bisa bergerak cepat. Contoh ketika kami buru-buru pulang dari tempat cuci mobil karna tidak betah kepanasan, Kiyu tidak menggubris kami sama sekali, malah sebelum naik mobil berhenti sejenak seperti melamun (nohh bikin geregetan kan) lalu bertanya, “Ma kenapa atapnya pom bensin kok warnanya merah dan putih?”.

O ow, rupanya sediam-diamnya anak, bukanlah melamun, otak mereka super, bukan melamun Ma, tapi berpikir!. Emang Mama :p

Aku yang kadang-kadang lupa garis-garis haluan mendidik anak yang gak boleh melampiaskan emosi negatif, gak boleh maksa, gak boleh sering melarang, dan bingung lihat anak yang seharian sibuk dengan mainannyaaaa aja, kini nyoba melebur kembali ke dunia mereka.

Asyiknya Bermain

Suatu siang Kiyu aku ajak bikin gelembung, tapi dia gak minat padahal hari sebelumnya ingin banget, yang terlihat menarik baginya yang ada di depan mata ketika itu. Sepeda!. Ya, Kiyu lagi seneng-senengnya bisa bersepeda mengayuh dengan kedua kakinya secara bergantian (biasanya yang menekan cuma kaki kanan). Mending kalo sore, la siang bolong teriknya Surabaya. Coba ah, ok deh aku turuti dengan syarat, “Ya deh bersepeda, tapi Mama gak ngikuti ya, karena ini siang Mama gak betah panas, Mama tungguin duduk di depan pagar, kamu bersepeda aja tapi jangan belok terlalu jauh biar bisa dilihat Mama”. Kiyu setuju. Tapi biasalah, bukan Kiyu kalo cuma bersepeda, ya mampir-mampir dalam waktu yang tidak sebentar. Ambil daun, kayu, batu, main daun putri malu. Apalagi adiknya ikut-ikut. Naaa ternyata Mamanya akhirnya juga ikut-ikut :D . Foila! Read more

Kue Hasil Kerjasama Aku & Kiyu

Aku jarang sekali membuat kue untuk anak-anak. Tapi karena ada 2 bungkus biskuit MPASI gratis dari Posyandu, maka cari-cari resep untuk mengolah biskuit ini yang bisa dibuat bersama Kiyu. Nah, ini resep umum yang simple, si bola-bola coklat!. Hmmm Kiyu pasti suka, karena dia meises & chocolate addict!.

Dari berbagai sumber (salah satunya di sini) dan pengalaman pribadi saat belajar memasak, telah terbukti bahwa memasak itu banyak unsur science-nya. Untuk bola-bola coklat ini, bisa belajar tentang meleleh, membeku, dan unsur perekatnya makanan. Kesan pertama bagi Kiyu adalah sensasi bisa membuat kue dan taste-nya, lah wong biskuit baru dihancurin dan dikasih susu aja, bagi Kiyu udah enak dan sesendok demi sesendok mendarat di mulut mungilnya, haha. Apalagi rasa penasaran menunggu coklatnya yang beku, waktu itu aku salah ucap, “Tunggu coklatnya beku dulu, kira-kira nanti kalo adik sudah bangun tidur (adiknya baru bobok), coklatnya sudah beku dan siap dimakan”. What happen then?. Kiyu masuk kamar lalu terdengar suara tangis adiknya… , Kiyu bilang, “Mamaaa… bola coklatnya boleh dimakan sekarang ya..yaaa??!”. Waduw, dibangunin! :D .

This is it! Bola-bola coklat ala Kiyu dan Mama:
kue bola coklat

Lihat betapa nikmatnya anak-anakku makan bola coklat ini, bener enak ya nak?? :D
Kiyu & El menikmati bola cokat