Sang Anak

Sang Anak

Kahlil Gibran

Sang AnakAnakmu bukan milikmu
Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau
Mereka ada padamu, namun bukan hakmu

Berikan mereka kasih sayangmu,
tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya,

Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
Yang tiada dapat kaukunjungi, sekalipun dalam impian.

Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu.

Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian,
Dia merentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat jauh, serta cepat.

Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.

Read more

2 Lelakiku

Kiyu 7 Bulan

Kurengkuh kedua tangan kecil namun gagah ini
terselip doa disetiap menciumnya

Bangunlah sekuat dan sekokoh bahu ayah, anakku
yang bak gunung tak pernah runtuh
dan tak terdera petir

Mama yang selalu cinta :)

Tak ingin kelelahan

menelusuri riak-riak sungai
menapaki bebatuan kecil satu-satu

meski angin masih berdesir ramah
meski matahari masih memancar hangat
aku kelelahan berjalan

tapi,
seharusnya tidak kata temanku
karena katanya eh katanya
ada yang menunggu di ujung jalan ;)

–slamat ulang tahun nike! :D

L-a-l-a-i

Pernah sekali lalai
begitu tersentak!
dan menjerit: aku tidak akan mengulangi lagi!!!

Semakin lama aku kalah
Bertumpuk kelalaian kubiarkan

Mau minta maaf
rasanya malu

ampun!

Keluar dari Gua

sim sa la bim…
Keluar dari Gua dan jadilah cinderella!
**tringggggg**

-he! kok tetep ya? sepatuku tetap sepatu kulit!
dan aku masih tinggal di gua sempit ini. mana???
huh, janji-janji palsu.

Kini kuterkungkung dalam gua tertutup rapat
Dahulu kuberpikir nikmatnya tinggal di gua

Ah, ternyata gua ini pengap dan gelap!

Satu saat cahaya akan datang!
Satu saat cahaya akan datang!
Begitu dahulu kumenyenangkan diri

Bertahun-tahun sudah
Baru kutersadar, sesungguhnya kuhanya sedikit bergerak dan banyak menunggu
Ya, menunggu kekasih-kekasih hatiku menjemput keluar dari gua

UHhh!
Get up! get up girl!
Carilah cahaya dengan akalmu sendiri!

— habis gelap terbitlah terang, begitu kata Kartini. Seperti yang ditulis oleh Pramoedya di bukunya “Panggil saja aku Kartini” yang sedang aku baca minggu ini. Me, masih membaca kata pengantar dan 4 halaman utama ^_^.

Tentang sajak, sebenarnya aku gak bisa buat sajak, hihihihih asal menjungkir balik kata saja dan terdengar sepertinya nyaman didengar kusebut saja sajak, boleh kan? :D . Bagi yang gak suka berpuisi-puisi gak ngeh mauku apa nulis begini, oh wajar. Yang lucu, bagi pecinta sastra seringkali menerjemahkan sajakku aneh-aneh dan terlalu dalem, padahal mauku bukan begitu ^_^. Well, inti dari tulisanku diatas: Mandiri sepanjang hayat! Ternyata memang kita tidak bisa mengandalkan pundak orang lain untuk merubah atau menyenangkan kita, pun orangtua pun orang-orang tersayang lainnya :) . Itu menurutku, kalo gak setuju, gak maksa kok :p.