Sayang banget kalo dilewatkan. Inilah pertama kalinya Kiyu dirayakan ulang tahunnya plus ortunya merasakan senangnya melihat 2 anak ultah bareng tanggal 19 Januari
. Ulang tahun dirayakan di Gambirono, Jember, kampung halamanku. Kue tartnya pesan di dekat rumahku yang ada di desa. Sebenarnya gak muluk-muluk pesan tartnya, untuk El temanya kucing terserah bentuknya apa, untuk Kiyu temanya kalo gak kereta Thomas, Buaya, atau SpongeBob sebisa yang buat tart. Tapi gitu aja si pembuat tart mengeluh kesulitan dan bilang sama sodaraku, “aduuhhh aneh-aneh aja pesenan anaknya Pak Tris itu”, hihi emang temanku Yulia atau mbak Maria yang jago decorate cake!. Tapi hasilnya bagus kok, karena aku gak bisa membuat sebagus itu ^_^.

Tidak kusangka Kiyu cukup senang dengan seremonial ultah. Read more
Melanjutkan tulisan tentang El yang peka dengan suara, di umurnya yang hampir satu tahun ini El semakin menunjukkan kepekaannya dengan suara khususnya musik. Misalnya saja ketika lagi duduk-duduk di bawah meja kerja Bapaknya (agaknya ini jadi rumah kecilnya El) lalu terdengar suara backsound Metro TV pertanda back from iklan, El buru-buru merangkak keluar kamar segera nonton TV. Segera setelah suara musik yang cuman 30 detik itu habis, El kembali main lagi.

Yang lebih lucu dan menggemaskan, El punya gaya menari sendiri gak niru siapapun dan gerakannya itu lho bisa pas dengan musiknya. Kalo musiknya slow goyangin tanggannya sambil duduk. Kalo musiknya ngebeat langsung berdiri pegangan meja komputer sambil memukul-mukulkan kakinya. Trus bergantian goyang-goyang kepala, gerak-gerakin tangan, lalu kakinya. Kadang ngepasin gaya, berdiri gak pas, trus duduk, trus berdiri lagi ^-^.
Saat terpikir ingin menulis tentang ini, aku sedang nonton acara Kick Andy seri Tunas-Tunas Harapan Bangsa. Read more
Make bahasa Indonesia emang maknyus, hampir semua orang di negri ini mengerti dengan baik. Tapi untuk beberapa hal, bahasa daerahpun perlu dikuasai terutama untuk lobying. Lobi sama sapa emang? Tukang sayur, wakakakaka! Eit, pernah temen kerjaku dulu minta diajari bahasa madura buat nego2 sama pengusaha besi tua, konon kalo mengerti madura lebih gampang juga negonya. Cuma sayangnya aku madura pasif. Di pasar grosir, bermacam-macam orang ada, kalo kita bisa menguasai banyak bahasa misal jowo kromo, madura rada halus, mandarin, waaa oke tu acara nego-nego harga2 dan mereka merasa lebih dihargai jika kita bisa melebur ke dalam bahasa mereka.
Kampung halaman tempat aku dibesarkan yaitu desa Gambirono, Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, bahasa sehari-harinya gak jelas, banyak kata serapan dari bahasa jawa kasar dan madura kasar, dan tak pernah berboso ria. Tapi kalo bertandang di rumah sodara terutama ke mbah-mbah kudu boso kromo, nah lo, piye ki. Akhirnya kalo sama orang yang lebih tua dan “menuntut” di boso kromoi aku jadi banyak diem, kalo ngomong belepotan. Dan ini dia yang akhirnya jadi kebawa sampe sekarang, kurang terbiasa komunikatif sama orang tua.
Dulu ketika kang amru menyampaikan proposal pernikahan, cieee, karena tahu beliaunya asli madiun yaitu tempatnya orang jawa alus, aku langsung bilang: “Aku gak bisa boso kromo loo…!”. Untungnya ibu mertuaku orangnya gaul, hihihi maksudnya bukan tipe yang menuntut boso kromo. Pertama kali ketemu, aku diajak bahasa Indonesia. Tapi lama-lama, aku sedikit-sedikit berkromo ria meskipun aku jadi terlihat agak o’on. Habisnya otakku rada error, kalo tak query aku minta boso kromonya A, yang keluar malah kata bahasa Inggris, wataaaawwww!!!, meskipun aku ni gak terbiasa ngomong bhs inggris juga. Guru pertamaku belajar boso kromo, bukan suamiku seperti yang pernah ia janjikan dulu (tsah!), tapi ponakan di madiun yang umurnya 5 tahunan!. Dia suka cerita, tapi ya gitu ceritanya dalam bahasa krama, aduh maaak!, aku jadi susah ngemongnya.
Kalo dibandingin sama dulu,
Read more
Sang Anak
Kahlil Gibran
Anakmu bukan milikmu
Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau
Mereka ada padamu, namun bukan hakmu
Berikan mereka kasih sayangmu,
tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
Yang tiada dapat kaukunjungi, sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian,
Dia merentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat jauh, serta cepat.
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.
Read more
Kalo liat di berita, anak divonis gizi buruk kalo udah kulit berbalut tulang dan udah lunglai gak bisa bangun dari tempat tidur. Keadaan seperti ini katanya lebih banyak terjadi di luar pulau jawa, ini artinya pemerintah disalahin lagi karna udah gak rata mensejahterakan rakyatnya. Gizi buruk jadi momok bagi pemerintah, tapi mo gimana lagi udah kadung terjadi. Tapinya sekarang kan era kapitalisme yah, jadinya orang yang serba kekurangan gak boleh nyalahin pemerintah, yaaa gak papa. Lah wong yang menjamin tiap-tiap yang bernyawa itu Tuhan, jadi minta tolongnya sama Tuhan aja…
Naa kalo denger yang seperti ini, kita-kita yang kebanyakan mempersembahkan hidup untuk keluarga (kita? hihi sori deh yang nggak) cuman bisa bilang sama anak-anak kalo makan ato minum susu itu dihabisin
, mubadzir kasian yg gizi buruk.
Eit setelah googling niat pasang gambar tentang gizi buruk, ternyata banyak cara buat care seperti di careindonesia.or.id ato portalinfaq.org
Seorang teman baikku yang kreatif lagi jenuh dengan pekerjaannya. Seperti waktu aku dulu yang hampir 1 tahun jenuh dengan pekerjaanku. Hasilnya emang tidak banyak yang bisa dihasilkan kecuali cuma mengeluh, capek rasanya dalam kondisi seperti ini. Now I’m a full day mom, emang aku jadi sedikit banget jenuh dibanding dulu padahal aku jarang keluar perumahan dan aku orang yang gampang bosen, ya karena aku menikmati hari-hari membesarkan anak, cuma yang bikin gelisah karena aku belum bisa menghasilkan sesuatu selain membesarkan anak tadi.
Pernah aku bertanya pada temen lain. “Gak bosen kerja itu-itu mlulu?”, sambil ketawa dijawab, “Bosen? wajar lah, soalnya kerjaannya gini-gini aja. Kalo orang gak bosen itu malah yang aneh”.
Dulu waktu masih umur 20an aku nanya sama temenku cowok yang umurnya hampir sama, “Kalo seandainya kamu di tempat kerja dipentungi sama anak bosmu setiap hari apa yang kamu lakuin?”, dijawab, “Aku akan tetap sedia datang ke kantor setiap hari dengan keadaan yang sama dipentungin sama anak bos, karena anak istriku butuh makan dan susu makin hari makin mahal”. Geli juga denger jawabannya yang menurutku antara idealis dan realistis, soalnya dia tu belum nikah pikirannya udah kayak gitu. Yaaa gak semua orang si berpikir karena materi mulu.
People do not like machines, yang butuh dinamika, namun untuk ngadepi sebuah perubahan entah di sisi yang mana yang memungkinkan untuk dirubah butuh energi yang cukup besar. Jadi… sometimes we do like machines untuk SEMENTARA sampai kita berani dan siap untuk berubah.
He he sori ye aku kalo nulis suka kayak menggurui, padahal udah bolak-balik aku delete, ini cuma selintas pikiran aja.. selamat bekerja dan berkarya or all, untuk suamiku tersayang juga..
Ini acara reality show yang ditayangin Metro TV tiap hari sabtu jam 16.00. Kalo googling emang udah banyak si yang ngasih review dan kebanyakan reviewnya positif, aku boleh dong ngasih review dengan bahasa yang berbeda
. Nanny 911 ni agent yang siap membantu keluarga yang memiliki masalah seputar anak yang super bandel, sulit dikendalikan, ketergantungan sama benda tertentu semisal dot, dll. Kebanyakan si keluarga yang sering ditampilkan yang punya banyak anak atau kadang kembar sampek 4 gitu. 3 Nanny yang akan ditugaskan diantaranya Deb, Stella, dan Yvonne. Setelah nonton “klip” kekacauan di keluarga yang sedang butuh bantuan, Lillian menganalisa permasalahan kemudian nunjuk nanny yang pas untuk ngatasi permasalahan keluarga tersebut. Kalo aku amati siy, nany Stella untuk masalah2 anak yang kurang disiplin atau ketergantungan sama benda tertentu karena karakter Stella yang keras dan tegas. Yvonne aku belum pernah nonton aksinya, sedang nanny Deb untuk anak-anak yang pemarah, pemukul, dan bandel karena karakter deb yang lebih lunak dan mampu berinteraksi lebih baik dengan anak-anak.
Dari cara Lillian memilih nanny, emang bener si kalo style parenting tiap orang tua itu bisa jadi baik untuk anak A, tapi tidak cocok untuk anak B. Tapi kalo aku pribadi lebih cocok dengan metode nanny Deb yang banyak mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak kecil, semisal duduklah ketika berbicara dengan anak sehingga tinggi badan sejajar atau kita bisa kontak mata dengan baik, latih anak mengekspresikan perasaannya semisal “aku jengkel karena…” kalo gak bisa dipancing dengan menebak “apa kamu jengkel karena… atau … ” sampai anak bilang “ya.. dia siii gini…”, sehingga anak nggak mengekspresikan dengan menendang atau memukul lawannya, trus bernegosiasi dengan anak.
Enaknya disuguhkan acara seperti ini, kita jadi tahu betapa ruwetnya ngurus anak jika tidak dikendalikan sejak dini. Dan jadi tahu juga ooo ternyata kalo terlalu nurut kemauan anak, kalo terlalu possesif sama anak, kalo terlalu bawel sama anak, dll … jadinya kayak gitu dan ini disampaikan secara visual sehingga lebih banyak pelajaran yang bisa diambil(sebelum bosan sii
) daripada sekedar membaca tips-tips parenting.
—ditujukan buat yang sedang berburu teman setia ^_^—
Taaruf secara harfiah diartikan sebagai perkenalan. Taaruf yang akan saya obrolkan dalam tulisan ini adalah perkenalan menuju pernikahan. Perkenalan sebagaimana perkenalan dalam pertemanan adalah sebuah pembukaan dalam berteman. Pembukaan berarti belum melakukan berteman. Bisa jadi setelah asl/pls (hahaha pembukaan chatting ala bahulak
)Â karna gak tertarik ya gak jadi berteman. Jadi kalo selama taaruf sudah mencicipi apa yang ada dalam pernikahan berarti sudah bukan masuk kategori taaruf lagi.
Metode taaruf secara islami yang saya pahami yaitu mencari tahu kepribadian calon pasangan dengan memasang detektif-detektif untuk mengorek informasi dari orang-orang terdekatnya. Dari cerita beberapa keluarga yang sukses dengan metode ini mengaku metode tersebut lebih efektif (sori ya, tidak diteliti secara ilmiah, ceileee..) daripada mengorek langsung pada orangnya karena:
1. perasaan cinta seringkali muncul terlalu awal meski sudah menyadari bahwa dia bukan orang yang tepat untuknya sehingga mekso untuk tetap memilih dia
2. sulit sekali bagi orang lain untuk melalukan pengakuan dosa saat ini di depan orang lain, kecuali mengakui dosa yang lalu-lalu.
Dulu seorang teman yang ingin menggunakan metode taaruf, jadi bingung daftar pertanyaan apa yang harus saya titipkan kepada detektif saya agar pertanyaan tersebut mengena dan mewakili seluruh informasi yang seharusnya saya peroleh. Read more
Aku nulis draftnya waktu awal mei dulu, tapi ga papa lah tak post sekarang alih-alih buat dokumentasi pribadi juga:
Di Metro tv design and decor hari Minggu tanggal 29 April, ternyata di Indonesia ada sekolah yang menghargai perbedaan kecerdasan anak. Cuman gak jelas nama sekolahnya apa, dan lokasinya di mana soalnya ane ngantuk berat di awal nonton. Di sekolah tersebut yang menjadi bahasan utama adalah sekolah untuk anak prasekolah. Sebenarnya ekolahnya sendiri didesign untuk anak pra sekolah sampai SMU, tetapi mendesain gedungnya menggunakan konsep puzzle… (sori lupa). Jadi setiap masa transisi seperti SD, SMP dan SMU didesign sangat berbeda meskipun berada dalam satu lokasi. Inti dari desainnya adalah agar anak betah dan tidak bosan berada di situ selama 15 tahun. Bagi anak pra sekolah, tempatnya dibuat banyak sesi, untuk seni, logic, bahasa, multimedia, ada koleksi reptil dan jenis hewan lain agar siswa mengetahui langsung prilaku hewan, dan lain-lain pokoknya lengkap deh. Sehingga yang paling penting menurut ownernya anak-anak bisa memutuskan sendiri aku senang yang mana??. Ada kamar mandi yang didesain sedemikian rupa untuk toilet training anak-anak.
Kursi-kursi belajar di sana kebanyakan dibuat dalam bentuk melingkar, nah bukan sistem kelas dengan guru diktator bukan? Pada beberapa kelas dinding sekeliling kelas didominasi oleh kaca, sehingga siswa tidak stuck dan lebih fresh karena sekelilingnya terlihat tumbuh-tumbuhan yang menghijau.
Tips dari salah satu pendidik pra sekolah di sana adalah: Sediakan sebanyak mungkin mainan buat anak baik yang sudah jadi atau barang bekas yang dapat dieksplorasi oleh anak. Misalnya botol plastik, sedotan meski sederhana tetapi bentuknya lentur dan anak-anak bebas mengeksplorasi untuk dibuat bunga misalnya, dan lain-lain. Warna-warna untuk peralatan seperti kursi, meja, lemari mainan, beri warna kuning dan biru untuk ketenangan, abu-abu untuk konsentrasi. lantai juga tidak dibuat monoton putih semua, tetapi diselingi beberapa lantai warna abu-abu dengan model petak abu-abu yang tidak sama dengan petak di lantai bagian lain.
Naah, milih sekolah yang pro multiple intelligence seperti ini atau homeschool?
Percakapan iseng dahulu sebelum punya kiyu:
Pa’e: Kayaknya enakan diajari sendiri di rumah, sekolah kan cuman formalitas
Mama: (O ow… aku kan orangnya gak bisa konsisten, ntar bukannya menyediakan lingkungan edukasi yang kondusif dan santai malah jadi sama-sama malas-malasan wakakaka) Homeschooling ya? Bagus sih, cuman anak juga butuh sosialisasi dengan teman-temannya. Tapi eh, di good morning trans tv kemaren banyak anak-anak istimewa dengan perhatian di rumah mereka sendiri. Atau mengamati anak-anak SD seperti ini:
tanya: Gimana jadi kelas 1 SD kelasnya menyenangkan?
anak1: Huuu sebel, aku gak bisa (sudah lupa) kalo disuruh ngeja lagi tulisan 1 per 1. Soalnya aku dah bisa baca. Jadinya nilai membacaku jelek
.
anak2: Aku gak suka baca ini budi, ini ani, ini ibu budi, aku senengan baca tulisan yang banyak!
tanya: (pada kelas 5 SD). Gimana sekolahmu?
anak3: Guruku sering ninggalin kelas kalo pagi. Biasanya ibu-ibu guru kalo pagi ada acara masak bersama di dapur sekolah. (Lah..)
Habis itu baca tema homeschooling di mamakintan, trus gak sengaja baca majalah PKPU jadul tahun 2005
bu Neno Warisman memaparkan tentang homeschooling yang menurut beliau pada tahun segitu beliau hanya mampu menerapkan semi homeschooling Read more
Recent Comments