Ini Allah ma!

Pagi adalah hari yang sibuk, soalnya antri mandi dan makan. Praktis ini waktunya bermain-main sendiri. Waktu itu kiyu lagi milih baca buku asmaul husna bergambar yang tergeletak di kasur tipis depan tv. Dia cerita macem-macem tentunya masih gak beraturan. Di sela-sela ceritanya dia sering nyebut, “ini Allah ini Allah…”. Aku agak gak percaya, trus deketin dia, “Kiyu cerita apa barusan?”. Sambil nunjuk gambar segerombolan manusia di pasar dia bilang, “Ini Allah.. Ini Allah”.
“Ooo ini bukan Allah, Allah gak keliatan, ini manusia, mama manusia, kiyu manusia, ini??”.
“manuia..”.
“Iya… kiyu kalo sholat menyembah siapa?”.
“Allah”.
Ooo rupanya bayangan kiyu kalo aku cerita-cerita nabi, Allah yang sering disebut itu seperti manusia. Sementara it’s ok, bcause this is a long term education.

Mengenai pembelajaran spiritual, sejak bayi aku sering bacain dia surat-surat pendek terutama ketika menyusui dan mau bobok. Tapi ketika dia udah bisa berkomunikasi, aku coba sering bacain salah satu surat kok gak hafal-hafal ya? Hehe mamanya nih terlalu berharap miracle!. Lah wong dulu aku bacainnya randomly, gak rutin berulang-ulang 1 surat. Soalnya dari ceritanya Husein si penghafal Al-Quran, ketika umur 2 tahun sudah hafal juz amma(30 surat) dengan sendirinya karna sering berada dalam majlis penghafal Alquran bersama ibunya, meski husein di dalam majlis itu hanya bermain mobil-mobilan. Kalo kata suami kecepatan husein karna faktor bahasa, bahasa Persia tidak jauh berbeda dari bahasa Arab, otomatis akan hafal dengan sendirinya. Memang, baiknya seluruh umat islam ini mengerti bahasa arab, tapi kalo nunggu ngerti dulu, la ntar gak hafal2 doa sholat dong. Lagian mamanya belum bisa bahasa arab!

Lalu aku merubah pola mengajar dari membaca 1 surat secara lengkap (orang dewasa aja yang sering dengerin bacaan tilawah sebelum jumatan gak hafal dengan sendirinya apalagi anak-anak), dengan memperjelas per kata. Awalnya aku gak ngajarin surat-surat pendek dulu. Soalnya artinya terlalu berat dan kurang dekat dengan aktifitas anak. Aku nyontek hafalan ayatnya Husein, seperti “wallahu yuhibbul muttohhorin”, “Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”, sambil menggunakan bahasa isyarat. Hasilnya menakjubkan, Read more

Doktor Cilik hafal dan paham Al-Quran

Doktor Cilik hafal dan paham Al-Quran
oleh Dina Y. Sulaeman
Penerbit: Pustaka IIMaN (Maret 2007)
220 halaman

Eh ya aku dah lamaa gak beli buku, ini aja yang beli kang Amru 2 bulan yang lalu. Buku yang menarik dan ditulis dengan gaya bahasa ringan dan mengalir. Aku baca buku ini sambil diselingi pekerjaan lain langsung tuntas sekitar 2 jam. Buku ini juga menjawab hampir semua pertanyaan pembaca tentang si Doktor Cilik.

Pernah tahu sosok Husein Tabataba’i? Seorang teman yang aku tunjukkan buku ini ternyata pernah nonton CD tentang Husein yang berasal dari Iran ini 4 tahunan lalu.  Husein yang disebut-sebut sebagai Mukjizat abad 20 ini memang sudah tenar sejak umurnya 5 tahun dan dikukuhkan sebagai Doctor Honoris Causa berdasarkan test dengan nilai 93 di usianya yang 7 tahun pada tahun 1998 di Hijaz College Islamic University Birmingham Inggris. Husein hafal sekaligus paham dan dapat menjelaskan maknanya ke dalam bahasa Ibu (Persia) serta bisa bercakap-cakap dengan ayat Al-Quran. Berikut petikannya:

P : Engkau memiliki berapa orang paman?
H : “Sudah sampaikanlah kepadamu kisah Musa” (QS 79:15) dan “Muhammad itu adalah utusan Allah” (QS 48:29)
Maksudnya Husein punya 2 paman, namanya Musa dan Muhammad

P : Jika manusia tua, apa yang akan terjadi padanya?
H : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian” (QS 36:68) “Kepalaku telah ditumbuhi uban” (QS 19:4)
Maksudnya orang yang sudah tua perilakunya akan kembali seperti anak-anak dan dikepalanya akan tumbuh uban.
Read more