Doktor Cilik hafal dan paham Al-Quran
oleh Dina Y. Sulaeman
Penerbit: Pustaka IIMaN (Maret 2007)
220 halaman
Eh ya aku dah lamaa gak beli buku, ini aja yang beli kang Amru 2 bulan yang lalu. Buku yang menarik dan ditulis dengan gaya bahasa ringan dan mengalir. Aku baca buku ini sambil diselingi pekerjaan lain langsung tuntas sekitar 2 jam. Buku ini juga menjawab hampir semua pertanyaan pembaca tentang si Doktor Cilik.
Pernah tahu sosok Husein Tabataba’i? Seorang teman yang aku tunjukkan buku ini ternyata pernah nonton CD tentang Husein yang berasal dari Iran ini 4 tahunan lalu. Husein yang disebut-sebut sebagai Mukjizat abad 20 ini memang sudah tenar sejak umurnya 5 tahun dan dikukuhkan sebagai Doctor Honoris Causa berdasarkan test dengan nilai 93 di usianya yang 7 tahun pada tahun 1998 di Hijaz College Islamic University Birmingham Inggris. Husein hafal sekaligus paham dan dapat menjelaskan maknanya ke dalam bahasa Ibu (Persia) serta bisa bercakap-cakap dengan ayat Al-Quran. Berikut petikannya:
P : Engkau memiliki berapa orang paman?
H : “Sudah sampaikanlah kepadamu kisah Musa” (QS 79:15) dan “Muhammad itu adalah utusan Allah” (QS 48:29)
Maksudnya Husein punya 2 paman, namanya Musa dan Muhammad
P : Jika manusia tua, apa yang akan terjadi padanya?
H : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian” (QS 36:68) “Kepalaku telah ditumbuhi uban” (QS 19:4)
Maksudnya orang yang sudah tua perilakunya akan kembali seperti anak-anak dan dikepalanya akan tumbuh uban.
Read more
Penulis: Abidah el Khalieqy
Penerbit: Yayasan Kesejahteraan Fatayat, Yogyakarta
Jumlah Halaman: 309 halaman
Aku tidak mau menjadi budak
pun masa depan yang kerontang
Bukanlah impianku, juga impian siapapun
tetapi, kepada siapa aku harus mengadu?
Setelah Bapak dan Ibu juga bukanlah
seseorang yang merupakan tempat aku
dapat bertanya dan mengutarakan isi hatiku
Novel yang cukup menarik, membuka wawasan. Yang membuat cerita ini cukup unik karena setting cerita diambil dari lingkungan pesantren/pondokan. Cukup apa adanya dan jujur.
Secara umum novel ini menginspirasi bagaimana wanita selayaknya diperlakukan terutama dalam kehidupan rumah tangga. Wanita juga bebas berpendapat dan bertindak tapi tetap dalam koridor agama. Di sini ditunjukkan bahwa agama bukanlah doktrin semata, yang membuat derajat wanita dan laki-laki cukup curam grafik perbedaannya.
Berikut kutipan kalimat yang aku suka dari novel ini:
Sebelum haqqul yakin dengan kebenaran
aku tak mau mengangguk dan menjadi keledai
sekalipun keledai seorang syaikh atau imam besar
Tapi ada beberapa point yang harus dikritisi. Misalnya cara berkomunikasi antara pendakwah dan yang didakwahi yang notabene antara laki-laki dan perempuan, tapi masih suka kebablasan karena diantara keduanya menyimpan rasa suka yang membuat kepayang. Well mungkin penulis sengaja tidak menampilkan tokoh sesempurna Fahri di Ayat-Ayat Cinta. Cuman ini bisa jadi tanda tanya besar bagi orang2 popular. Trus yang kedua novel ini cukup vulgar. Apa ini masuk kategori sastra lendir ya? Hmm, kurang tau juga sih batasannya sampek mana hehehe, jadi saya tidak berhak menilai ini sastra lendir atau bukan
.
Eh ya, sori gak sempet motret cover bukunya. Tadi googling tapi gak nemu covernya, cuman resensi aja. Kalo mampir ke toko buku, boleh juga tuhh novel ini disamperin, dibuka-buka trus dibeli ^_^.
Recent Comments