Field Trip Dunia Air

Akhir bulan November 2009 kemaren, kami serasa “ditraktir” jalan-jalan selama 2 minggu terus-terusan sama suami. Biasanya suami sibuk kerja terus-terusan jarang banget mau diajak jalan-jalan, kali ini suami mencutikan diri dari work at home nya, jadi ini berkah tersendiri bagi kami sekeluarga, hehe. Terima kasih suamiku. Sekarang aku merelakan dirimu kerja kapan aja semaumu, haha.

Berlibur ke Sarangan

Lokasi berlibur kemaren di Madiun rumah keluarga suami. Selama 2 minggu itu kegiatannya mengublek-ublek Madiun. Yang ditulis di sini tempat selain mall. Acara field trip pertama, Kiyu bermain di sungai bareng sodara-sodaranya di dekat rumah mbah yut desa Ndarjo. Sebenernya tujuannya bermain di sungai, belagak orang kota yang gak kenal sungai ya?! haha. Tapi selanjutnya anak-anak malah mandi, yo ga papa sekali-kali, toh sungainya gak kayak sungai Surabaya. Di sungai dengan ekspresifnya Kiyu teriak, “Ma…. di dalam sungai ada
batu-batunya!”. Nah, batunya licin berlumut, Kiyu jadi tahu tentang lumut. Trus di pinggir sungai ada cuyu alias kepiting sungai, untung Omanya pemberani, jadi ngasih tahu Kiyu sambil megangin cuyunya, sesekali dicapit juga Oma. Jangan bayangin Omanya Kiyu nenek-nenek, ini Omanya masih muda seumuran suami :) .

Liburan bertema air lain yang diidam-idamkan Kiyu yaitu telaga Sarangan. Di sini ada speed boat dan kuda Read more

Bunglon-bunglon di pohon yang berkamuflase

Saat itu motorik halus kiyu mulai bagus, yaitu mulai bisa menggunting dengan cara memegang yang benar dan gambarnya tidak tergunting dengan sempurna. Ini menarik bagiku, karena tanpa aku perhatikan tiba-tiba saja Kiyu bisa!. Kegiatan ini awalnya adalah mengerjakan worksheet memilih gambar bunglon yang terbesar, sedang, dan terkecil, dengan melingkari atau mewarnai gambar bunglon yang dimaksud. Karena Kiyu belum suka mewarnai Kiyu memilih menggunting-gunting gambar bunglon ini.
Kiyu menggunting bunglon
Sekali lagi, anak yang gak terpaku dengan perintah di worksheet seperti ibunya yang kenyang mengerjakan soal2 ini malah bisa mengarahkan untuk berpikir lebih kreatif. Jadi aku gak maksa Kiyu mewarnai, lalu aku gambar 2 pohon di kardus bekas susu dengan warna yang berbeda. Yang mewarnai aku dibantu sedikit sama Kiyu, trus aku arahin kalo bunglon itu kulitnya akan berubah warna menyesuaikan tempat bertenggernya. Kesempatan meragain bunglon yang berubah warna pake gambar-gambar yang udah digunting dengan gaya tukang sulap, “cring! wahh kulit bunglon berubah coklat kayak warna kulit pohon!”. Kali ini dapet ilmu menggunting, mengkategorikan, dan science kemampuan bunglon berubah warna.

Field Trip Museum Empu Tantular

Museum ini berlokasi di Sidoarjo, ini kunjungan pertama ke museum sebelum Museum AAL & Planetarium. Kalo gak bareng Kiyu dan KlubSinau mungkin aku gak akan mendarat di museum ini, hihi. Aku pikir cuma fosil-fosil sama benda-benda lampau aja, ternyata ada yang lebih menarik di lantai 2, yaitu kumpulan percobaan-percobaan sains yang dikemas dengan menarik seperti permainan, serta lukisan-lukisan.

Field trip di Museum Empu Tantular
Waktu itu yang dateng 3, Kiyu, Pandu, sama Nadia, bersama keluarga masing-masing. Teman-teman lain yang gak ikut lagi gak fit. Di lantai bawah, Kiyu mengeksplorasi meriam, miniatur kapal laut, andong, dan karapan sapi. Sebenarnya di depan pintu masuk ada fosilnya paus, tapi Kiyu kurang tertarik karena dia lagi nervous ketemu orang baru yaitu Pandu bersama mama dan papanya, hihi. Tapi untunglah selanjutnya Kiyu mulai agak cair karena lihat barang-barang baru di museum., apalagi di lantai 2. Mbak Maria (mamanya Pandu) menyarankan mencoba kaca seribu. Yang dimaksud  adalah 2 kaca yang di letakkan berhadapan, dan pengunjung bisa ngaca diantara 2 kaca ini. Karena direfleksi berkali-kali maka gambar kita di kaca jadi banyak, Kiyu bilang, “iyu jadi kereta!”, maksudnya gambarnya seperti anak-anak yang sama dengan dirinya berderet seperti gerbong kereta api, haha.

Percobaan lain yang menarik bagi kiyu, yaitu Read more

Sendok bocor di es buah

Ada science lho di es buah
Ada science lho saat minum es buah!. Sebelum cerita tentang es buahnya, aku cerita mengenai sendok bulat kecil berlubang yang digunakan untuk ngerok buah, yang baru kami beli. Barang baru selalu menarik untuk langsung dicoba, kiyu menggunakan sendok ini untuk makan nasi!. Komentar Bapaknya, “Yohh le, gak selesai-selesai kamu makan pake sendok kecil ini..”, haha.

Habis makan aku bilang sama kiyu kalo mo buat es buah. Kiyu langsung lari ke tempat cuci piring buat nyuci sendoknya, hihi bisa aja. Setelah itu aku bulat-bulatin buah dan dengan semangat kiyu meniruku. Buah yang udah dibulat-bulatin dimasukkan ke dalam mangkuk bersama air gula, susu, dan es batu. Kiyu nambahin sendiri resep dengan masukin cereal choco rillasnya. Mulai dicicipi deh, sruuppp hmm enak!.

Lalu Kiyu inget sama sendok pengerok buah tadi, langsung deh dibuat minum es buah. Aku biarin  aja, sampek dia ketawa-ketawa sendiri, bilangnya,
“GHeghehe gak bisa! hgheghe gak bisa!”.
“Kenapa kok gak bisa?”, tanyaku.
“Bocor….:D”.
Kata bocor ini ia dapatkan ketika maen air pake botol yang udah dibelah dua. KIyu ngambil bagian botol yang ada tutupnya, lalu diisi air, setelah itu tutup botol aku lepas, Kiyu ngamati air yang habis, dan itulah yang aku bilang ke dia yang namanya “bocor”.

Field trip Planetarium

Field trip kali ini mengesankan sekali, selain tempatnya yang menarik, temen-temen KlubSinau banyak yang datang. Ada lagi yang perlu didokumentasikan, yaitu perjalanan menuju planetarium soalnya aku dan kiyu menempuh perjalanan melalui 3 alat transportasi: motor menuju terminal, bus lewat tol ke Perak, dan becak, sisanya jalan kaki di area akademi AL yang sangat luasss rasanya gedung planetariumnya gak ketemu-ketemu :) ).
Kiyu ke planetarium

Berikut cerita seputar field trip kami:

dari museum satu ke museum lainnya
Museumnya banyak banget Read more

Ikut lomba science is Fun

Lomba Science Is Fun ini diadakan di Mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya. Kiyu(2thn) ikut kategori playgroup, dan yeahhh… dia umurnya paling kecil. Niatku si buat ngelatih kiyu berani dan gak demam panggung, plus pengen tahu gimana si lomba Science Is Fun ituuhh. Oh ya sebelum ikut lomba aku nyoba ngenalin science berupa membandingkan mana benda yang lebih berat, dengan bikin timbangan dari hanger/gantungan baju. Tapi anaknya belum paham.

Setelah registrasi dan menunggu sekitar 20 menit, lomba pun dimulai, peserta ada 20 an, dibagi jadi 6 anak di tiap sesi lomba. Anak-anak dipanggil satu persatu. “Qaaf Quanta..”. Kiyu gak tahu kalo itu namanya, untungnya diulang jadi “Kiyu..”. Kiyupun naek ke atas panggung bersama 5 temennya. Di depan masing-masing anak diberi botol air mineral yang udah dipotong setengah dan diberi air.  Sekitar 3 meter di depan anak-anak ada beberapa benda, balon kecil, batu, gabus, dan baut, yang ditaruh di botol yang berbeda. Trus panitianya ngasih tau aturan mainnya. Nahhh ini nih, jelasinnya tuu kayak ke anak SD. Read more