<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nikenike &#187; Unschooling</title>
	<atom:link href="http://nikenike.net/blog/tag/unschooling/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nikenike.net</link>
	<description>read my Blog, visit my Shop. Enjoy it!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 May 2010 00:14:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Anak Ternyata Memang Tidak Perlu Dipaksa</title>
		<link>http://nikenike.net/blog/2010/01/06/anak-ternyata-memang-tidak-perlu-dipaksa/</link>
		<comments>http://nikenike.net/blog/2010/01/06/anak-ternyata-memang-tidak-perlu-dipaksa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 06:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nikenike</dc:creator>
				<category><![CDATA[2-4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Early Home Education]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kiyu]]></category>
		<category><![CDATA[Mewarna]]></category>
		<category><![CDATA[Unschooling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikenike.net/blog/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di dunia imajinasi!. Bisa berimajinasi bersama anak adalah kemampuan yang paling berharga, karena ini salah satu kunci bisa get connected dengan anak. Awalnya ketika umur 2,5 tahun kiyu mengawali imajinasinya dengan kalimat, &#8220;Kak iyu pernah naik pesawat terbang&#8221;. Aku awalnya tidak menduga kalo ini bentuk imajinasi, sehingga aku luruskan kalo memang belum naik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di dunia imajinasi!. Bisa berimajinasi bersama anak adalah kemampuan yang paling berharga, karena ini salah satu kunci bisa get connected dengan anak. Awalnya ketika umur 2,5 tahun kiyu mengawali imajinasinya dengan kalimat, &#8220;Kak iyu pernah naik pesawat terbang&#8221;. Aku awalnya tidak menduga kalo ini bentuk imajinasi, sehingga aku luruskan kalo memang belum naik pesawat jangan bilang pernah, itu namanya berbohong.</p>
<p>Tapi setelah sering cerita, &#8220;Kak iyu pernah naik jerapah, dinosaurus, buaya&#8221;, langsung deh sadar rupanya Kiyu sedang  memasuki dunia imajinasi. Setelah itu aku berusaha nyambung dengan ceritanya. Bulan Desember ini aku agak sibuk dengan urusanku. Memang si aku berusaha berbagi waktu dengan anak-anak, tapi ketika menemani mereka, ragaku bersama mereka, tapi pikiran masih ketinggalan di depan komputer <img src='http://nikenike.net/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Di satu malam sebelum tidur, Kiyu bercerita banyak dan aku cuma jawab, &#8220;ya ya&#8230;.ohh ya???&#8221;. Kiyu memang sudah kecanduan suka bercerita dan diceritai. Tapi waktu itu aku lagi gak mood, pikiranku cuma, &#8220;ayooo cepat bobok anakku!!&#8221;. Hmm ceritanya imaginatif sekali, gak nyambung aku, apalagi Kiyu masih cedal, lalu untung aja segera ada alarm dalam diriku, &#8220;Loo aku kok mulai gak nyambung sama anak dan menganggap sepele cerita-ceritanya&#8230;padahal ini kan Golden Opportunity!&#8221;. Langsung deh aku nanya ke Kiyu, &#8220;Kak kiyu cerita lagi jalan-jalan ke kebun binatang ya? Trus lihat ikan kayak paus tapi ukurannya kecil? Namanya apa tadi? Hule-hule?&#8221;.<br />
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2200/4250428212_f8c83d1345.jpg" alt="Kiyu mewarna" /></p>
<p>Cari-cari ide untuk mengeksplor ceritanya. Ide yang ada mengajaknya keluar kamar, dan menggambar ikan imajinasinya. <span id="more-353"></span>Aku disuruh gambar paus, trus kiyu gambar sirip dada dan matanya. Aku kasih tulisan Ikan Hule-hule. Aku pikir cuma sampai situ, ternyata Kiyu menambahi dengan memberi warna. Ini istimewa bagi kami, karena sebelum-sebelumnya Kiyu tidak suka mewarnai katanya &#8220;gak mau mewarnai, gak bisa, sukanya menggambar&#8221;. Memang sih aku gak khawatir kalo gak mau mewarnai, biasa aja. Untungnya dulu aku tidak memaksanya mewarnai seperti pada umumnya anak yang menggambar ya mewarnai. Tapi ini menguatkan sebuah kesimpulan, bahwa tidak ada gunanya memaksa anak belajar sesuatu kalau anaknya sedang tidak ingin atau tidak butuh. Mendingan enersi kita digunakan untuk menstimulasi sesuatu yang menjadi keinginannya.</p>
<p>Setelah itu Kiyu senang mewarnai yang lain-lainnya. 3 gambar di atas adalah salah 3 gambar berwarna yang masing-masing punya cerita. Gambar tadi ditempel di papan madingnya, karena nempelnya di bagian bawah papan, adiknya bisa dengan mudah menarik dan sobeklah karyanya. Kiyu bilang, &#8220;Uhhhh adekk!! nanti tak gelundungin lhooo&#8230;&#8221;. ^-^.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikenike.net/blog/2010/01/06/anak-ternyata-memang-tidak-perlu-dipaksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengasah kepekaan sang Mama</title>
		<link>http://nikenike.net/blog/2009/03/23/mengasah-kepekaan-sang-mama/</link>
		<comments>http://nikenike.net/blog/2009/03/23/mengasah-kepekaan-sang-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 00:50:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nikenike</dc:creator>
				<category><![CDATA[2-4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Aku]]></category>
		<category><![CDATA[Early Home Education]]></category>
		<category><![CDATA[Kiyu]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Unschooling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.nikenike.net/2009/03/23/mengasah-kepekaan-sang-mama/</guid>
		<description><![CDATA[Agaknya aku mulai tertarik dengan model pembelajaran child-led learning/unschooling. Belum banyak baca si tepatnya seperti apa, hanya tahu secara umum. Yang penting learn by doing, daripada bingung dan kebanyakan baca teorinya kan gak pernah akan ada valuenya. Pas bicara sama suami, kami sepakat untuk tidak terlalu banyak mendikte atau menyuapi anak dalam proses pembelajaran, biar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agaknya aku mulai tertarik dengan model pembelajaran child-led learning/unschooling. Belum banyak baca si tepatnya seperti apa, hanya tahu secara umum. Yang penting learn by doing, daripada bingung dan kebanyakan baca teorinya kan gak pernah akan ada valuenya. Pas bicara sama suami, kami sepakat untuk tidak terlalu banyak mendikte atau menyuapi anak dalam proses pembelajaran, biar dia lebih bebas berpikir dan memilih. Karena sebelumnya baik aku sama suami kadang kurang sabar ngasih tahu ke anak kalo seharusnya x tuh gini loohh. Atau aku tidak sengaja memangkas keingintahuan anak seperti ketika dia mo nyendok pake sendok sayur yang besar buat nyendok teh di gelasnya, aku bilang, &#8220;pakai sendok yang kecil aja, ini kebesaran gak bisa masuk ke gelas&#8221;. Alasanku, kasian yang nyuci. Kenapa waktu itu gak aku biarin aja dia masukin sendok yang kebesaran itu?? Betul kan?.</p>
<p>Nah ini dia proses transformasi menuju child-led learning <img src='http://nikenike.net/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Berbaris-baris</strong></p>
<p>Aku gak pernah dengan sengaja mencontohkan untuk menata barang-barang sampai rapi berbaris-baris. Satu hari dia aku ajak maen ke playground yang ada di mall-mall. Biasanya dia seneng bukan maen, tapi waktu itu gak mood maenan, gak kayak temennya yang sibuk lompat sana lompat sini, naek mobil-mobilan, prosotan, dll. Aku sama tantenya rada bingung, trus mereka-reka apa karna dia akhir2 ini kurang maen keluar rumah ya.. kok jadi canggung gitu. Yang bikin geli, abis temen2nya naek kuda2an/kijang2an, dia yang nata maenannya, dibuat baris berbaris, klklklk kok mau-maunya kamu nak. Abis itu di rumah semua barang-barang dijejer-jejer, mulai dari sandal, mobil2an, sampai bapak sama pakdenya diatur disuruh baris <img src='http://nikenike.net/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Dan gambar di bawah ni dia lagi nata mainan bulan sabitnya.</p>
<p><img src="http://nikenike.net/blog/wp-content/uploads/kiyu_berjejer.jpg" alt="kiyu_berjejer" /></p>
<p>Aku gak ikut ngatur2&#8230; cuman nanya kiyu bikin apa ni? Bilangnya ular, kadang kereta api. Akhirnya aku manfaatin nyontohin ordering dari kecil ke besar, atau mengkategorikan dengan menata warna yang sama&#8230;<span id="more-198"></span></p>
<p><strong>Sama!</strong></p>
<p>Mungkin pas aku minum susu bareng dia, pernah bilang, &#8220;sama! mimik susu yah&#8230;&#8221;. Akhirnya kiyu sering menyama-nyamain apa aja meski gak sama persis. Pas aku sama sodara barengan nenenin dedek, dia bilang, &#8220;nyama (sama), mimik semua!!&#8221;. Waktu nonton tv, hostnya pake t-shirt garis-garis merah putih, dia bilang, &#8220;baju sama!!&#8221;.&#8221;yang mana? sama punyak siapa?&#8221;. &#8220;sama punyak kiyu&#8230; baju reyot (reog maksutnya)&#8221;. Baju favoritnya reog yang sering banget dipakek sampek mbulak, coraknya emang sama garis-garis merah putih. Hihihii, trus untungnya keluar ide ngelatih kejelian dia nyari yang gak sama. &#8220;Wahh ya, warnanya sama, merah sama putih!. Ehmmm ada yang gak sama tuuhh.. apa hayooo&#8221;. Kiyu agak bingung. &#8220;Itu tuh gambarnya&#8230;, punya bapaknya ada gambarnya gak??&#8221;. &#8220;Gak ada gambar reyot..&#8221;. Hahahaha</p>
<p>Lain waktu pas minum susu bareng lagi, dia langsung komentar, &#8220;sama, mimik susu! <img src='http://nikenike.net/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8220;. &#8220;Iyah, sama mimik susu. Ini gelasnya yang gak sama apanya ya??&#8221;. &#8220;Ini.. ada gambar kucingnya!! Kumis panjangggg&#8221;. Aha, mulai berhasil, awalnya emang dia fokus ke gambarnya aja, dari contoh sebelumnya soalnya bandingin gambar. Selanjutnya jadi sering banding-bandingin ukurannya, isinya, warnanya, dll. Trus jadi dapat ide lagi buat ngenalin angka, dia kan sering berhitung cuman belum dikasih tahu bentuk angkanya seperti apa. Aku pake model game matching, di kartu2 apelnya aku tulis angka 1-5, trus aku minta dicocokin angka yang sama dimasukin ke gerbong kereta api buatan sendiri (biasa&#8230; kardus susu) yang udah aku tulis angkanya juga, atau dicocokin ke angka yang ada di puzzlenya. Trus berhitung lagi <img src='http://nikenike.net/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Selanjutnya mama akan belajar terus ngasah kepekaan, biar nantinya kita bisa click and engage sama anak <img src='http://nikenike.net/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Makasih buat temen-temen di milis sekolahrumah dan khususnya para mommy di klubsinau yang menginspirasi <img src='http://nikenike.net/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikenike.net/blog/2009/03/23/mengasah-kepekaan-sang-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
